Berita Utama

Penjelasan Presiden

Soal Aktivitas Gunung Merapi dan Kecelakaan KA Sembrani

Presiden SBY di Kepulauan Seribu, Minggu (16/4). (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY di Kepulauan Seribu, Minggu (16/4). (foto: abror/presidensby.info)
Pulau Seribu: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu (16/4) memberi tanggapan mengenai aktivitas Gunung Merapi di Jawa Tengah, dan kecelakaan KA Sembrani yang menabrak KA Kertajaya di Grobogan Jawa Tengah, Sabtu (15/4) dini hari. Tanggapan Presiden itu diberikan kepada wartawan, disela-sela kunjungan mendadaknya ke Kelurahan Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu, Pulau Seribu.

"Sebagaimana kita ketahui aktifitas Gunung Merapi di Jawatengah dan Yogyakarta meningkat, meskipun sekarang statusnya masih status siaga, namun apa yang telah dilakukan oleh Departemen ESDM beserta jajarannya dan Pemerintah daerah itu untuk terus dilanjutkan dan diintensifkan.

“Saya minta bukan hanya penjelasan bahwa gunung berapi sedag aktif dan setiap saat bisa mengalami letusan atau mengeluarkan larva lahar dari kawahnya, yang sekarang sedang dilakukan dikabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten. Saya harap juga termasuk rencana evakuasi kalau terjadi sesuatu , meskipun kita berharap tak ada sesuatu yang mengakibatkan korban jiwa dan harta benda yang tidak kita kehendaki. Tetapi persiapan yang baik, tindakan –tindakan yang antisipasi yang baik sangat penting dilakukan, “ kata Presiden SBY.


Presiden SBY juga minta agar pengawas Gunung Merapi yang sekarang berada di kaki Gunung Merapi untuk terus menjalankan tugas 24 jam sehari, dan kepada pers di daerah Presiden SBY minta untuk terus mengupdate dan menjelaskan berita- berita yang terus berkembang, agar masyarakat betul-betul waspada.

Presiden SBY juga mengingatkan perlunya terus berkordinasi antara Departemen ESDM dengan Departemen Perhubungan mengenai masalah debu yang akan disemburkan ke atas, mengingat daerah itu juga dekat dengan lintasan pesawat terbang, baik yang menuju Semarang, menuju Solo, maupun Yogyakarta.

"Yang Kedua yaitu tentang terjadinya kecelakaan Kereta Api. Kemarin (Sabtu 15/4 - red.) saya telah menerima laporan dari Menhub Hatta Radjasa, dan saya telah memberikan instruksi, langkah –langkah apa yang perlu dilakukan. Saya berharap agar semua petugas yang menjalankan alat transportasi, apakah transportasi udara, laut, dan darat, untuk betul-betul mengutamakan keselamatan penumpang, mengutamakan keamanan alat transportasi itu," kata Presiden.

“Disiplin dan patuh pada aturan, ini berlaku bagi seluruhnya. Yang tidak patuh seperti ini tentu akan membawa celaka bagi penumpang-penumpangnya yang tidak bersalah. Karena laporan sementara ini adalah kesalahan manusia atau human error, maka saya minta hukum ditegakkan, agar tidak terjadi lagi masalah-masalah ini kelak kemudian hari, meskipun investigasi terus berjalan dan saya minta sekali lagi dituntaskan," tambahnya.

Presiden SBY mengucapkan turut belangsukawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan yang disayanginya, dan dikebumikan dengan baik. "Saya minta yang luka-luka bisa dirawat dengan baik, mengenai pembiayaan saya kira sudah ada aturan mainnya," kata Presiden. "Meskipun ini human error, tetapi sebagaimana saudara ketahui jajaran pemerintah, khususnya Departemen Perhubungan terus meningkatkan manajemennya, terus meningkatkan peralatannya untuk menuju ketingkat yang lebih nyaman, lancar, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik," kata Presiden SBY. (win)