Berita Utama

Dialog dengan Warga Pulau Seribu

Presiden SBY dan Ibu Ani saat berdialog dengan masyarakat  di Kelurahan Kelapa, Kepulauan Seribu, Minggu (16/4). (foto:haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani saat berdialog dengan masyarakat di Kelurahan Kelapa, Kepulauan Seribu, Minggu (16/4). (foto:haryanto/presidensby.info)
Pulau Seribu : Seusai melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Dasar (SD) 01 Pagi, Madrasah Al-Falah, Taman Kanak-kanak (TK) Samudera dan Puskesmas di Kelurahan Kelapa, Kec. Kepulauan Seribu. Kab. Adm. Kepulauan Seribu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu (16/4) melakukan dialog dengan warga. Dalam dialog di aula kantor kelurahaan Kelapa itu, SBY didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Sutedjo, Jubir Kepresidenan Andi Alifian Mallarangeng dan Rumah Tangga Kepresidenan Ahmad Rusdi.

Presiden SBY memandu sendiri acara dialog itu, di mana Presiden menyatakan ingin mendengar langsung aspirasi, pertanyaan maupun saran-saran dari rakyat.

“Saya ingin mendengar langsung hal-hal apa saja yang ingin disampaikan, termasuk saran-saran yang ingin disampaikan kepada pemerintah,” kata Presiden

Bupati Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan mendapat kesempatan pertama menyampaikan beberapa hal diantaranya, soal transportasi.

" Karena hubungan antara daratan dan kepulauan ini belum ada dermaga, tapi Insya Allah tahun 2006 kita program kan dermaga Muara Angke untuk masyarakat pulau menuju ke darat atau sebaliknya dan Insya Allah 2006 ini juga kita sediakan speed boat 6 buah yang akan dikelola masyarakat mulai april ini,” lapor Djoko.

Ditambahkannya, listrik sekarang ini menggunakan genset, tapi ternyata tidak efesien dan tidak efektif.

" Untuk itu kami sedang mengusahakan kerjasama dengan PLN. Dan terakhir soal peningkatan wisatawan perlu peningkatan bandara yang ada dipulau panjang, agar pesawat besar juga dapat mendarat, yaa... untuk mengangkut turis, atau investor lainnya,” papar Djoko.

Menanggapi Bupati Kepulauan Seribu, Presiden SBY mengaku senang atas apa yang telah dilakukan dan akan direncanakan.

" Saya senang mendengar apa yang direncanakan, dipikirkan untuk mengembangkan kehidupan masyarakat di kabupaten ini, oleh karena itu, semua itu direncanakan diuji kelayakannya, dilaporkan kepada pemerintahan di atasnya lagi, dan diperjuangkan dengan gigih untuk bisa terwujud,” jelas Presiden SBY.

Kemudian Presiden SBY menyatakan, yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di pulau tersebut.

"Dan untuk meningkatkan kesejahteraan itu, tingkatkan ekonomi lokalnya. Tetapi satu hal sebelum kita berpikir yang besar tadi, saya ingin mengatakan perhatikan betul tentang kesehatan masyarakat. Kesehatan ini juga berkepentingan dengan lingkungannya. Kalau lingkungan bersih, itu akan berpengaruh langsung pada orang seorang, kesehatan dari rumah ke rumah. Oleh karena itu, tadi puskesmasnya sudah baik, dan terus ditingkatkan dan pro aktif,” tegas Presiden SBY.

Menyangkut masalah pendidikan, kondisi dan prasarananya memang tidak bagus, dan sudah lama tidak diperbaruhi. Presiden meminta supaya kondisi yang tidak layak itu, diprioritaskan untuk diatasi.

" Soal kebersihan saya juga kurang puas dengan kebersihan wc dan kamar mandinya. Saya akan memberikan bantuan untuk membeli tong sampah, memperbaiki wc dan kamar mandi, dan hal-hal yang perlu diperbaharui sambil menunggu program bantuan pemerintah, "papar Presiden.

Dalam dialog itu pula terungkap soal minimnya honor para guru TK dan SD. Misalnya saja honor guru TK yang hanya Rp 35 ribu ditambah subsidi pemerintah 100 ribu perbulan, jadi total perbulan 135 ribu.

" Itupun kalau murid TK tersebut membayar uang iuran, " kata Retno Jamilah, kepala sekolah TK Samudera.

Kemudian Kepala SD 01 pagi, Juhri Usman juga mengisahkan tentang honor guru SD hanya 300 ribu perbulan.

"Malah ada yang belum gajian, dikarenakan masih ada murid yang belum bayar uang iuran, padahal uang iuran itu digunakan juga untuk membayar guru honor,’ timpal Juhri.

Mendengar hal itu, Presiden SBY menyatakan prihatin.

" Saya turut sedih mendengar honor seperti itu. Pekerjaannya ikhlas, tulus, malah honornya ada yang belum terima. Tapi nanti kita segera pikirkan semua. Kita hitung nanti, selebihnya harus masuk sistem dan masuk program,” ujar SBY.

Di akhir dialog itu, Presiden menyerahkan bantuan dana total sebesar Rp 250 juta. Perinciannya, Rp 150 juta untuk Sekolah Dasar 01 pagi, Madrasah Al-Falah, dan TK Samudera, dan Rp 100 juta untuk Panti Asuhan Anak Yatim Piatu, dan Pondok Pesantren Amal Sahid, yang berada di Kelurahan Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. (win)