Berita Utama

Presiden di Cikarang, Bekasi:

"Mogok Nasional akan Perbaiki atau Perburuk Keadaan?"

Jakarta : Unjuk rasa, protes dan mogok, semuanya itu adalah hak, dan hal biasa terjadi dalam kehidupan demokrasi. "Akan tetapi apakah dengan itu semua, dapat membikin baik keadaan, atau malah memperburuk keadaan?" Pertanyaan itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (18/4) siang, saat meresmikan perluasan fasilitas produksi PT. Tempo Scan Pacific,Tbk, di Kawasan Industri Cikarang. Bekasi, Jawa Barat.

Menanggapi adanya informasi mengenai rencana akan dilakukannya mogok nasional oleh pekerja, Presiden SBY berharap agar mereka berpikir sekali lagi, apakah mogok nasional itu akan membuat keadaan menjadi lebih baik, atau malah akan memperburuk keadaan. "Kalau masalah yang diinginkan para tenaga kerja dapat disalurkan dengan baik, melalui asosiasi tenaga kerja, melalui pemerintah daerah, melalui Depnaker, disampaikan ke dunia usaha, mengapa harus mogok nasional," tanya Presiden.

“Kalau mogok nasional terjadi, bukan hanya dunia usaha terhenti, tetapi iklim investasi akan terguncang, dan pelayanan kepada publik terhenti. Saya khawatir yang menderita adalah rakyat kita, saudara-saudara kita, dan tentu bukan itu yang terbaik,” kata Kepala Negara. “Mungkin ada yang punya tujuan lain, mungkin… pemerintah tidak bisa bekerja, tidak apa-apa. Rakyat tersiksa… tidak apa-apa. Tentu bukan itu contoh pemimpin – pemimpin yang mestinya sayang pada rakyatnya, sayang pada bangsanya, dan sayang pada negaranya, “ kata Presiden SBY.

“Ini bangsa, bangsa kita sendiri. Mari kita bicarakan secara baik, dengan cara-cara yang baik, tidak menimbulkan permasalahan yang tidak kita kehendaki,” kata Presiden SBY. Untuk itu, Presiden SBY meminta kepada Menakertrans, untuk terus berkomunikasi dengan para pimpinan asosiasi tenaga kerja. "Dengarkan apa yang mereka sampaikan. Mari kita berdialog, mari kita bangun, karena tujuannya adalah sama," tambah Presiden SBY.

Dalam kunjungan ke Cikarang ini, selain didampingi Ibu Negara, Presiden juga disertai antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Mendag Mari E.Pangestu dan Menteri Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi Erman Suparno.( win)