Berita Utama

Presiden:

Kurangi Kemiskinan Tak Semudah Membalik Telapak Tangan

Presiden pada pembukaan Inaraft 2006 di JCC, Rabu (19/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden pada pembukaan Inaraft 2006 di JCC, Rabu (19/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap perekonomian Indonesia akan terus meningkat lebih baik lagi. "Meskipun sekarang ekonomi kita semakin dibandingkan dari tahun ke tahun setelah kita mengalami krisis, ditinjau misalnya dari yang tadinya minus merangkak pelan-pelan 2004 pada 5,1%, dan 2005 menjadi 5,6 %, mudah-mudahan kita dapat bertahan dan meningkat lagi," kata Presiden hari Rabu (19/4) pagi pada pembukaan pameran Kerajinan Tangan Internasional ke 8. di Jakarta Convention Center (JCC)

Kata Presiden, “Kita lihat hari-hari sekarang ini nilai harga saham gabungan mencapai rekor tertinggi 1.400 sekian. Kemudian kita lihat kurs yang sempat terguncang tahun lalu menunjukkan perbaikan penguatan yang sangat besar, cadangan devisa kita mencapai angka 41, 8 milyar Dollar US, tertinggi dalam sejarah ekonomi kita. Tapi semuanya itu belum mencapai sasaran yang sesungguhnya, apabila belum kita transformasikan langsung untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Dan pemerintah sangat mengetahui yang kita tuju adalah itu,” kata Presiden SBY

“Pengalaman banyak negara, juga pengalaman kita, memang tidak semudah membalik telapak tangan mengurangi kemiskinan dan pengangguran, tetapi harus kita perjuangkan secara gigih,” kata Presiden SBY. "Peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan, sebagai contoh. Membebaskan berobat gratis bagi keluarga miskin di Puskesmas, di rumah sakit kelas 3, gratis pendidikan dasar dan lain-lain, tiada lain adalah untuk mengurangi kemiskinan,” kata Kepala Negara.

Ditambahkan, selain itu juga digerakkan dunia usaha. "Pada sektor riil, sekarang ini iklim investasinya kita perbaiki, kerjasama dengan investor kita lakukan baik dalam maupun luar negeri tujuannya adalah perusahaan bangkit, usaha bangkit. Kalau usaha bangkit, maka tenaga kerja kita, buruh-buruh kita akan mendapatkan kesejahteraan yang lebih bagus. Dan jangan lupa saudara-saudara kita yang masih menganggur, diharapkan juga mendapatkan pekerjaan," tambahnya.

"Kita melindungi buruh, tapi kita juga memberikan lapangan pekerjaan bagi yang menganggur dengan cara mari kita tumbuhkan sector riil dunia usaha ekonomi di negeri ini. Penglihatan yang utuh dan pemahaman yang utuh itulah perlu diketahui seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh melihat secara sepotong-potong, tapi utuh! Karena kita berjuang semua buat semua, “ kata Presiden.

Seusai memberikan sambutan, Presiden SBY membunyikan sirene pertanda dimulainya pameran produk handicraft yang diikuti pengusaha kerajinan dari 31 provinsi, BUMD serta peserta dari Malaysia. Ibu Ani memotong tali untaian melati di pintu masuk ruang Cendrawasih, dan pameran yang akan berlangsung hingga tanggal 23 April 2006 dinyatakan terbuka untuk masyarakat. (win)