Berita Utama
Rabu, 19 April 2006, 18:45:39 WIB
Keluarga Wainggai Diterima Presiden
Anggota keluarga Wainggai yang terdiri Nikolas Wainggai (ayah Siti), Gerry Wainggai (adik Siti) dan Martin Wainggai, bertemu Presiden SBY dengan didampingi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meuthia F. Hatta, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto dan Gubernur Papua Sodjuangon Situmorang. Ikut pula mengantar keluarga Wainggai, Rossi Silalahi.
“Kita harus merasakan bagaimana perasaan seorang ibu yang kehilangan anaknya secara tiba-tiba. Ini adalah permasalahan perempuan yang harus kita bantu atasi, kalau kita ingin bangsa kita maju. Dan tentunya kita juga harus memberikan perhatian kepada semua kaum perempuan di Indonesia,” kata Meuthia Hatta dengan suara lirih, kepada wartawan. Saat memberikan keterangan pers, Meuthia bersama keluarga Wainggai didampingi Kapolri Jenderal Pol. Sutanto, Gubernur Papua Sodjuangon Situmorang, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.
Sementara keluarga besar Wainggai meminta kepada Presiden agar segera mengambil tindakan untuk mengambil kembali Anike Wainggai yang sementara ini masuk dalam daftar suaka politik yang diberikan oleh Australia. Untuk Siti Pandera Wainggai yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya, keluarga Wainggai juga minta aparat untuk mencarinya.
“Saya mengucapkan terimakasih atas kepada Presiden yang sudah menanggapi positif dan siap menindaklanjuti permintaan dari keluarga Wanggai,” ujar Martin Wainggai kepada wartawan.
Menanggapi isu tentang adanya tekanan terhadap Siti Pandera dari aparat untuk membawa pulang anaknya kembali ke Indonesia, Gubernur Papua menjelaskan bahwa pada hari Sabtu tanggal 8 April 2006, Siti Pandera secara langsung bertemu dengan dirinya dan menyampaikan keinginannya untuk bertemu Presiden SBY. “Ibu Siti ingin mengupayakan agar anaknya Anike dikembalikan. Saya melihat dan merasakan kalau Ibu Siti secara spontan, sebagai seorang ibu menangis, dan secara tulus tanpa paksaan dari pihak manapun minta tolong agar anaknya bisa dikembalikan,” kata Sodjuangon Situmorang, yang berada di Jakarta sebenarnya untuk mengikuti Rakerbangnas. “Kesan bahwa ada suatu tekanan terhadap dia tidak ada,” tambahnya. Dan hal tersebut juga dibantah tegas oleh Panglima TNI dan Kapolri.
Jenderal Polisi Sutanto minta kepada seluruh masyarakat, terutama yang berada di Papua, untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila memperoleh informasi dan mengetahui keberadaan yang bersangkutan. “Kewajiban pihak kepolisian adalah berusaha untuk menemukan kembali di mana Siti Pandera Wainggai,” ujar Sutanto. “Dan Polda Papua sudah melakukan langkah-langkah pencarian,” ujarnya.
Untuk Anike Wainggai yang sekarang berada di Australia, Presiden memerintahkan kepada Menlu untuk melalui jalur diplomatik mengembalikan Anike ke Indonesia.
Siti Pandera Wianggai dilaporkan hilang dari rumahnya di Mahadi Tanjung, Jayapura. Siti terakhir terlihat saat bertemu dengan pejabat sementara Gubernur Papua Sodjuangon Situmorang di Gedung Negara Papua. (osa)



