Berita Utama
Kamis, 20 April 2006, 13:00:15 WIB
Jamuan untuk Peserta EPG
Presiden SBY foto bersama anggota pertemuan EPG (Eminent Persons Group on ASEAN Charter), di Istana Tampak Siring, Bali, Kamis (20/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Kata Presiden, tantangan yang dibawa oleh wakil masing – masing negara sangat kompleks dan menantang, khususnya dalam menangani masalah yang dihadapi masyarakat Asean. Presiden yakin apda langkah yang akan diambil Asean di bulan – bulan mendatang setelah adanya pertemuan di Bali ini.
Presiden Sby juga menyerukan agar peserta pertemuan menyelaraskan tujuan dan kepetingan bersama sebagai negara – negara yang berada dalam satu kawasan. “ Kita harus menyesuaikan kepetingan kolektif tersebut dengan kepentingan negara mitra dialog kita. Sangat penting bagi kita untuk memelihara pengertian dan pemahaman yang jelas mengenai Asean, “ kata Presiden SBY. “Dalam melaksanakan peranan penting Asean, program yang dilakukan harus sesuai Bali Concorde II. Dalam rangka menjaga kerjasama mitra – mitra dialog, kita memikul tanggung jawab dengan melakukan kegiatan –kegiatan seperti yang terdapat dalam program,” kata Presiden SBY.
Beberapa anggota EPG yang diterima dan dijamu Presiden adalah Tan Sri Musa Hitam dari Malaysia yang sekaligus bertindak sebagai Ketua EPG, Dr.Than Nyun ( Myanmar), Prof.S.Jayakumar (Singapura), Nguyen Manh Cam (Vietnam), Kasemsamosorn Kasemsri (Thailand), Pehin Dato Lim Jock Seng (Brunei Darussalam), Dr.Aun Porn Moniroth (Kamboja ) dan Khamphan Simmalavong dari Laos. Mantan Presiden Filipina Fidel Ramos tidak hadir. Anggota EPG Indonesia adalah mantan menlu Ali Alatas.
EPG dibentuk pada KTT ke – 11 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk merumuskan rekomendasi penyusunan ASEAN Charter yang akan disampaikan pada KTT ASEAN pada tahun ini di Cebu, Philipina. Sebelum pertemuan di Bali, EPG telah dua kali mengadakan pertemuan, pertama diadakan di Kuala Lumpur bulan Desember 2005, dan pertemuan kedua diadakan di Bangkok, Thailand, Februari 2006. (meg, nnf)



