Berita Utama
Kamis, 20 April 2006, 15:00:47 WIB
Sudi Silalahi:
"Tidak Benar Presiden Tolak Amien Rais"
Denpasar: Menanggapi pernyataan Amien Rais yang merasa permintaannya untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ditolak, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi,yang didampingi oleh Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, tidak pernah ada penolakan bagi Amien Rais dan para tokoh lainnya untuk bertemu dengan Presiden. Bantahan tersebut disampaikan Sudi Silalahi dan Andi Mallarangeng di Istana Tampaksiring, Bali di sela – sela acara pertemuan Presiden dengan delegasi EPG dan AMM, Kamis ( 20/4).Sudi menjelaskan kronologis bagaimana proses permintaan jadwal bertemu Presiden itu, dan sudah pada tahap apa saat ini. “Jadi beberapa waktu yang lalu Pak Try Sutrisno dan beliau – beliau yang lain itu, berkirim surat kepada Bapak Presiden untuk ketemu. Surat itu dikirimkan kepada Menteri Sekretaris Negara, kemudian Mensesneg bersama saya, Seskab, melapor kepada Presiden. Dan Presiden merespon positif surat tersebut, dan mengatakan, coba Pak Yusril dan Seskab untuk mengkoordinasikan kepada beliau – beliau, usahakan segera bertemu dengan Pak Try Sutrisno untuk merencanakan agenda pertemuan, kapan bisa dilakukan dengan melihat jadwal yang telah tersusun sebelumnya. Utamanya peninjauan ke daerah – daerah terpencil, nelayan, petani, pekerja, dan sebagainya.,” kata Sudi.
“ Setelah itu saya dan Pak Yusril berkoordinasi untuk bagaimana bertemu dengan Pak Try Sutrisno untuk merencanakan agenda pertemuan tersebut. Sebelumnya surat tersebut dibalas dulu oleh Mensesneg, sekaligus untuk bagaimana Mensesneg dan Seskab ketemu Pak Try Sutrisno untuk bisa merancang pertemuan dengan Presiden. Tapi kendala bagi saya, baik Pak Yusril maupun Pak Try sendiri dengan kegiatan – kegiatan. Pertemuan dengan Pak Try baru dirancang ketemu Rabu tanggal 19 April, pukul 21.00 WIB. Pak Try dan Pak Yusril bertemu di kediaman Pak Try. Sehingga setelah itu baru sebetulnya kita akan merancang pertemuan, “ lanjut Sudi
“ Tapi kita kaget kalau ada statement seolah – olah menolak beliau – beliau masuk ke istana. Jadi tidak benar kalau kita menolak beliau – beliau masuk ke istana. Ketika kita laporkan hal tersebut kepada Presiden tadi (Kamis 20/4 –red) pagi di Halim dengan kawan – kawan, Presiden juga kaget, Subhannallah, Naudzubillah, Pak Amien kok fitnah, karena gak ada kita menolak beliau masuk ke istana. Jadi ini sungguh terkejut beliau. Itu sebetulnya yang terjadi, jadi pertemuan tadi malam dengan Pak Yusril itulah baru titik awal kita akan mengagendakan pertemuan dengan beliau – beliau, “ kata Sudi.
“ Kan rekan – rekan wartawan tentu maklum betapa kegiatan Presiden akhir – akhir ini, ke Merauke, Bima, Dompu, Pacitan, pulau – pulau kecil yang perlu atensi yang sudah lama dijadwalkan. Jadi sebetulnya tidak ada kita itu mengabaikan ataupun menolak, sama sekali tidak pernah, “ tegas Sudi.
Mengenai adanya isu yang beredar bahwa pertemuan telah dijadwalkan Senin 17 April lalu dan kemudian dibatalkan, Sudi menegaskan bahwa jadwal tersebut sama sekali belum ada. “ Belum, kita belum pernah menjadwalkan tanggal 17, hanya setelah kita cek semua , tidak pernah ada jadwal tanggal 17. Tapi pernah staf kita di protokol , mereka - reka apabila antara 17 – 19 itu bisa kita atur, akan kita jadwalkan, sehingga ada salah seorang staf protokol yang menanyakan beliau, apakah beliau tgl 17 – 19 itu kira – kira ada di tempat. Dari pertanyaan itu, jadi kalau jadwal belum. Jadi maksudnya kalau dijawab ada, kita akan mencoba untuk menjadwalkan. Tapi sebetulnya sudah jelas bahwa jadwal itu akan kita susun setelah saya atau Pak Yusril ketemu Pak Try Sutrisno dan pertemuan dengan Pak Try, baru dijadwalkan tadi malam jam 21.00, “ kata Sudi.
“ Pak Yusril akan melaporkan hasil pertemuan dengan Pak Try tadi malam untuk nanti kita laporkan kepada Bapak presiden. Karena memang rencana kita setelah kita bertemu dengan Pak Try lah maka kita akan agendakan kapan waktunya, dimana, bagaimana, itu baru setelah pertemuan Pak Yusril tadi malam, “kata Sudi.
Sedangkan mengenai adanya sinyalemen bahwa pertemuan ini tidak dianggap prioritas oleh Presiden, Sudi menjelaskan bahwa hal itu tidak benar sama sekali.“ Semua penting. Agenda yang dilaksanakan Bapak Presiden, ini semua ada disini, ada Karumga, ada Pak Andi Mallarangeng, ada sekretaris pribadi Presiden, betapa acara yang sejak diagendakan 6 bulan lalu, kami betul – betul mencoba menyusunnya, sering sekali, banyak sekali pertimbangan – pertimbangan yang harus kita lakukan, bagaimana kalau beliau sudah janji misalnya akan datang ke Merauke tanggal sekian, akan datang ke Dompu, ke Bima, ke Pacitan, ke pulau – pulau terkecil sudah terjadwal begitu, tiba – tiba kita batalkan, padahal mereka sudah siap – siap. Itu semua jadi pertimbangan – pertimbangan, dan banyak lagi, beberapa acara kunjungan – kunjungan seperti ke Sumatera, ke beberapa tempat banyak kita cancel, banyak kita tunda. Tapi itu juga kita berharap penundaan itu awal – awal, jadi mereka tidak terkaget – kaget, karena banyaknya, padatnya. Kalau mungkin rekan – rekan wartawan datang ke kantor saya, ke kantor Pak Yusril atau kantor Pak Dino, Pak Andi, berapa tumpuk itu permohonan untuk ketemu beliau, itu dari luar negeri, dari dalam negeri, dari pelosok pelosok, keinginan mereka dikunjungi , bukan sedikit. Untuk mengatur semua itu, kita semua minta prioritas. Tapi seperti kita ketahui, Bapak Presiden belakangan ini ingin betul melihat keadaan sesungguhnya rakyat di lapangan, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka perlukan, itu yang menjadi atensi yang tidak boleh kita tunda – tunda, “ kata Sudi
“ Kita lihat, makanya nanti setekah Pak Yusril melaporkan, sebelum ini masih bisa kita atur, karena memang sebetulnya kalau bisa lebih awal, saya atau Pak Yusril bisa ketemu Pak Try , itu lebih awal bisa kita rancang. Karena kita kan ingin berkoordinasi apakah nanti kalau kita tentukan tanggal sekian itu bagaimana, karena semua itu harus terkoordinasi, karena bukan hanya satu orang yang ingin ketemu, “ kata Sudi
Andi Mallarangeng menambahkan keterangan Sudi dengan menegaskan bahwa tidak pernah ada pencekalan, terhadap Pak Amien, Pak Wiranto dan siapapun. Bahkan Andi menjelaskan, Amien Rais sudah pernah bertemu dengan Presiden tiga kali, termasuk di Kantor Presiden. “ Jadi tidak betul tidak bisa ketemu dengan Presiden, “ tegas Andi. Ditambahkan, Pak Wiranto pun telah dua kali bertemu Presiden juga di Kantor Presiden.
Sudi Silalahi juga menjelaskan bahwa dirinya pernah mendampingi Presiden bertemu dengan Amien Rais. “Saya saksi hidup, bahkan nggak pakai surat, dengan telpon saja Pak Amien bisa bertemu dengan Presiden. Saya dampingi sudah berapa kali, begitu juga dengan yang lain. Saya kira tidak pernah kalau ada mencekal itu, jauh sekali dari sifat Bapak Presiden, tidak ada itu. Beliau dengan tukang becak saja, dengan nelayan di tempat terpencil saja senang bertemu, berkomunikasi, apalagi dengan beliau – beliau tokoh yang selama ini berpengalaman bagaimana berkecimpung mengelola negara ini. Saya kira tidak benar kalau Presiden tidak mau ketemu atau menceka. Itu luar biasa,” katanya..
Mengenai pernyataan Amien Rais yang mengatakan bahwa dirinya menolak pertemuan berikutnya dengan Presiden dan merancang pertemuan dengan para tokoh lainnya pada tanggal 20 Mei, Sudi menyatakan silahkan saja. “ Itu rencana mereka, silahkan, kita tidak melarang atau apa. Itu rencana mereka, ya silahkan saja. Kami tidak punya hak untuk melarang mereka bertemu. Apalagi sekarang ini perkembangan demokrasi seperti begitu, selama tidak melanggar hukum, saya kira semua ok – ok saja, “ kata Sudi menutup keterangannya. ( nnf ).



