Berita Utama

Presiden Buka Pasamuan Agung WALUBI

Presiden SBY memukul gong tanda dimulainya Pasamuan Agung II Walubi, Jumat (21/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memukul gong tanda dimulainya Pasamuan Agung II Walubi, Jumat (21/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Hj.Ani Bambang Yudhoyono, Jum’at (21/4) pagi menghadiri sekaligus membuka Pasamuan Agung II Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), di Gedung Niaga Pekan Raya, Jakarta. Ikut hadir dalam acara beberapa menteri diantaranya Menteri Agama Maftuh Basyuni,Mendagri M.Ma’ruf, Menpan Taufik, Kapolri Jenderal Sutanto dan Seskab Sudi Silalahi, dan Andi Mallarangeng. Tampak pula anggota DPR-RI Soetarjo Suryoguritno dan A.M.Fatwa.

Presiden SBY dalam sambutannya menyatakan, “Saat ini nilai-nilai moral yang luhur menjadi langka dan mahal dalam kehidupan global yang semakin kompleks. Arus budaya yang deras mendera dari manca negara tidak dapat kita cegah. Kita harus mau mengakui, masih ada sebagian bangsa kita yang memiliki kelemahan moral, tidak menghormati nilai nilai etika dan melanggar kesusilaan,” kata Presiden.

Menurut Presiden SBY, “Pelanggaran nilai terhadap moral, etika dan kesusilaan itu telah menyebabkan timbulnya berbagai bentuk kekerasan, perilaku menyimpang dan tindak kejahatan. Tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang menginginkan kekacauan. Pada umumnya semua manusia memdambakan kehidupan yang bahagia, aman, damai dan sejahtera," tambahnya.

Presiden SBY mengajak umat Buddha untuk mewujudkan nilai-nilai luhur, moral, dan etika yang mulia itu dalam kehidupan sehari-hari. Presiden juga berharap agar WALUBI dapat memimpin umat dan bangsa untuk mengembalikan nilai-nilai moral dan budaya adiluhung yang sesungguhnya yang telah dimiliki bangsa sejak jaman dahulu kala.

Sementara itu, Ketua Umum WALUBI Dra.Siti Hartati Murdaya dalam sambutannya menegaskan bahwa pasamuang kali ini tidak akan menaruh perhatian besar pada masalah jabatan kepengurusan, tetapi lebih mengutamakan rembukan agar umat Buddha Indonesia lebih bekerja keras lagi untuk mengatasi berbagai krisis yang tak kunjung usai.

Pasamuan Agung ke II ini diikuti 750 peserta, terdiri dari DPP WALUBI, DPD Walubi Provinsi, Kabupaten/Kotamadya dan delegasi majelis-majelis dan LKBI (Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia), serta sekitar 1000 orang peninjau. (win)