Berita Utama

Presiden Buka Rapat MPP - ICMI

Presiden SBY bersama  BJ Habibie pada acara pembukaan rapat MPP ICMI, Jumat (21/4) malam. (foto:Haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY bersama BJ Habibie pada acara pembukaan rapat MPP ICMI, Jumat (21/4) malam. (foto:Haryanto/presidensby.info)
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Jum’at malam (21/4) di hotel Sahid Jakarta menghadiri sekaligus membuka Rapat Majelis Pimpinan Paripurna ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) se Indonesia, Periode 2005 -2010, di Hotel Sahid Jakarta. Hadir dalam acara ini beberapa menteri antara lain Mendiknas Bambang Soedibyo, Menhub Hatta Rajasa, Kepala Bappenas Paskah Zusetta, Seskab Sudi Silalahi serta Jubir Andi Mallarangeng.

Tepat pukul 19.30. Presiden SBY tiba di Hotel Sahid, dan langsung menuju ruang Puri Agung. Di ruangan telah menanti mantan presiden Prof. Dr. B.J. Habibie yang juga Ketua Dewan Kehormatan ICMI. Tampak tampak pula beberapa tokoh ICMI lainnya seperti Jimmly Asshiddiqie, Muslim Nasution dan Ginanjar Kartasasmita.

Presiden SBY dalam sambutannya mengajak ICMI untuk melakukan telaah kritis atau review. “Saya titip sekaligus kepada ICMI untuk melakukan telaah kritis dan review ini tentang apakah pembangunan yang berjalan di negeri ini, sudah benar, tepat, dan sudah mengarah kepada tujuan yang kita kehendaki bersama, “ ajak Presiden.

“Kita lihat apakah sistim dan model yang kita anut sudah tepat untuk bangsa kita, bukan untuk bangsa lain. Apakah strategi dan kebijakan juga sudah tepat, apa perlu kita update. Lantas apakah juga konsep-konsepnya yang kita terapkan saat ini sudah tepat adanya, atau kita lakukan perbaikan-perbaikan atau penyempurnaan-penyempurnaan di sana sini,” kata Kepala Negara.

Ditambahkan, sekarang ini dalam era globalisasi, dalam gelombang reformasi dan demokratisasi di negeri kita ini, muncul berbagai wacana dan debat, dan tidak usah kita menganggap sesuatu yang tidak wajar. Itu biasa dalam iklim demokratisasi, dalam reformasi, “ kata Presiden.

"Untuk itu, yang penting mari kita pahami masalah – masalah fundamental yang kita hadapi. Kita pilih, kita adopsi, kita kembangkan sistim, model, kebijakan, strategi yang tepat untuk negeri kita, untuk bangsa kita, kita harus bisa keluar dari benturan stigma, dari clash ideology yang kaku, karena bukan itu yang kita perlukan. Yang kita perlukan adalah telaah dan kemudian kajian atas apa yang telah kita lakukan bersama dalam membangun bangsa dan negara kita di waktu yang akan datang,” kata Presiden

“Pada Muktamar IV ICMI tahun lalu di Makassar, saya atas nama pribadi dan pemerintah sungguh berharap agar ICMI melakukan pencerahan dan pencerdasan kehidupan bangsa, agar ICMI menyumbangkan pikiran dan gagasannya yang arif, yang fundamental, dan menjangkau kedepan serta dapat menawarkan berbagai solusi untuk menegakkan masalah-masalah kebangsaan dan keummatan,” kata Presiden SBY.

Sebelumnya, Ketua Presidium ICMI DR. Marwah Daud mengatakan, kader ICMI di manapun berada, siap dan mampu mengatur saf, merapikan barisan, bahu membahu merumuskan dan memastikan kontribusi dalam bentuk program dan kegiatan nyata, terutama dalam upaya kerangka kita bersama, membawa Indonesia, negara berpenduduk muslim yang terbesar di dunia ini, segera bisa keluar dari krisis berkepanjangan.

Setelah memberi sambutan, Presiden SBY juga menyerakan bibit pohon kepada salah satu siswi, sebagai pencanangan generasi muda peduli lingkungan. win)