Berita Utama

Prihatin, Tiap Tahun 2 Juta Ha Hutan Indonesia Rusak

SBY: Kerusakan Hutan Harus Dihentikan

Jakarta : Dalam pencanangan Kampanye Indonesia Menanam, Presiden mengingatkan betapa pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan kita. Di samping pentingnya pelestarian hutan, kerusakan hutan pun harus diperbaiki.

“Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa kampanye Indonesia menanam merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian kita terhadap bumi di mana kita hidup sekarang ini. Dan kita ingin hidup nyaman di muka bumi ini, " ujar Presiden.

Kampanye Indonesia Menanam, lanjut SBY, sangat penting.

" Kita dihadapkan pada kenyataan akan pencemaran udara yang kurang terkendali. Lihat langit di atas kita kurang cerah, selalu penuh dengan asap polusi, tanah sering kita lihat gersang, hutan banyak yang rusak, pada musim hujan kita mengalami bencana banjir, sebaliknya pada musim kemarau kita mengalami kekeringan, " jelas SBY.

Banyak sekali provinsi - provinsi di Indonesia yang kering kerontang pada saat musim kemarau, di mana ini merupakan pertanda bahwa kondisi hutan dan lingkungan kita mulai rusak sebagian. Sehingga, tidak dapat berfungsi secara optimal.

Presiden juga mengingatkan bahwa hutan yang telah rusak tidak dapat lagi berfungsi sebagai tata air kehidupan kita. Ini merupakan hal yang berbahaya dan harus dihentikan demi masa depan Indonesia, untuk masa depan generasi muda. Presiden juga menekankan bahwa apa yang kita miliki ini tidak boleh dianggap sebagai warisan nenek moyang, tetapi adalah sesuatu yang kita pinjam sebagai milik generasi yang akan datang.

“Kita prihatin, bahwa hutan kita mengalami kerusakan lebih dari 2 juta ha per tahun, ini tidak boleh kita biarkan, dan harus hentikan mulai sekarang, kita kurangi terus menerus sehingga akhirnya hutan itu menjadi lestari. Apabila dibiarkan, kemungkinan bencana alam dapat terjadi kembali, dapat terjadi setiap saat untuk masa yang akan datang, oleh karena itu saya meminta semua pihak untuk secara sungguh - sungguh menghentikan penyebab kerusakan hutan akibat penebangan liar dan kebakaran hutan, “ papar Presiden.

Presiden juga menegaskan bahwa kita juga harus berusaha segera memperbaiki hutan dan lingkungan kita yang telah rusak dan kritis itu. Sumber daya hutan dan lingkungan hidup merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan pembangunan budaya bangsa Indonesia.

“Rusaknya sumber daya hutan dan lingkungan akan sangat berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap keberlanjutan atau sustainability kehidupan kita semua. Diabaikannya sumber daya hutan, lingkungan hidup, serta ruang terbuka hijau akan mengakibatkan rusaknya ekosistem. Rusaknya ekosistem akan berdampak pula pada punahnya rantai kehidupan dan berdampak pula pada perubahan iklim mikro, “ kata Presiden.

Menurut Presiden saat ini aktivitas untuk menghutankan kembali dan memperbanyak ruang terbuka hijau di kota-kota belum menjadi kebiasaan bagi masyarakat. Dan pemerintah berupaya mengambil kebijakan mempercepat pembuatan hutan tanaman. Baik dalam skala besar maupun skala kecil, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“ Saya senang melihat representasi yang siap untuk menanam dan melaksanakan pembuatan hutan tanaman tersebut. Pemerintah juga terus berupaya mendorong dibangunnya hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan melalui perbaikan hutan dan lingkungan serta reklamasi area bekas pertambangan, “ pungkas Presiden. ( nnf )