Berita Utama
Sabtu, 22 April 2006, 14:18:37 WIB
SBY Optimistis Penghijauan Kembali Indonesia
Tidak Boleh Ada yang Lalai Pelihara Lingkungan
Presiden SBY pada peringatan Hari Bumi di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (22/4) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
" Kepada para tokoh agama dan pemuda dan tokoh masyarakat, saya minta untuk membantu menyadarkan masyarakat akan pentingnya memelihara lingkungan dan alam disekitar kita, membangun kebiasaan menanam seharusnya menjadi kebutuhan secara berkelanjutan dalam mewujudkan nusantara bersemi, " kata Presiden dalam sambutan peringatan Hari Bumi di Kemayoran hari ini, Sabtu siang tadi.
Presiden juga mengajak Lembaga Swadaya Masyarakat, khususnya LSM lingkungan dan pers, berkontribusi secara lebih aktif mensukseskan gerakan indonesia menanam ini.
" Saya minta pers di seluruh tanah air, wartakan, liput, ceritakan, daerah, kota mana yang baik bersih hijau dan sungguh - sungguh melaksanakan program indonesia menanam. Yang kurang peduli, yang jelek yang tidak bertanggungjawab tidak ada salahnya diangka. Supaya kita sadar bahwa tidak boleh ada yang lalai di dalam memelihara lingkungan kita di dalam meningkatkan hijaunya indahnya dan bersihnya daerah dan kota – kota di seluruh indonesia, " ajak Presiden.
Kepada warga masyarakat dalam menyukseskan gerakan indonesia menanam, Presiden menghimbau agar memulainya dari rumah dan pekarangan sendiri. Kemudian dilanjutkan di instansi tempat bekerja, akhirnya di lingkungan masyarakat dan akhirnya seluruh kota dan daerah.
" Saya ingin semua menjadi bagian, kantor,bank - bank, perusahaan - perusahaan, saya lihat masih bisa dihijaukan kembali. Saya ingin seperti itu, dan saya minta kepada perusahaan – perusahaan yang ada di kota - kota besar keluarkanlah dana sebagai bagian dari tanggung jawab sosial. Sebagai bagian dari community development program, khususnya membantu daerah, membantu pimpinan kota untuk menghijaukan kota dan daerahnya masing – masing, " himbau Presiden.
Sedangkan kepada semua pimpinan daerah, Presiden SBY mengingatkan dalam proses pembangunan dan pengembangan daerah, jangan sampai mengorbankan kelestarian lingkungan.
"Kepada semua walikota, bupati dan pimpinan daerah, apabila mengembangkan daerah untuk pembangunan jangan tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Lebih baik mempertahankan hutan dana pohon yang masih ada daripada harus menanam kembali yang memerlukan belasan tahun agar itu bisa menjadi besar, " pungkas Presiden. ( nnf )



