Berita Utama

Di Makassar

Presiden Hadiri Peringatan Dharma Santi

Ibu Ani menyerahkan bunga disaksikan Presiden SBY dan Menteri Agama Maftuch Basyuni, Sabtu (22/4) malam di Makassar. (foto: anung/presidensby.info)
Ibu Ani menyerahkan bunga disaksikan Presiden SBY dan Menteri Agama Maftuch Basyuni, Sabtu (22/4) malam di Makassar. (foto: anung/presidensby.info)
Makassar: Presiden SBY dan Ibu Negara, Sabtu (22/4) malam menghadiri peringatan Dharma Santi Nasional dalam rangka Hari Raya Nyepi umat Hindu pada tahun baru Caka 1928, di Balai Prajurit Jenderal M.Yusuf, Makassar, Sulsel. Kehadiran Presiden ke Makassar didampingi Menteri Agama Maftuch Basyuni, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menbudpar Jero Wacik dan dua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.

Acara Dharma Santi Nasional yang diselenggarakan di Sulsel dan mengambil tema Tingkatkan dan Mantapkan Kerukunan Sesama Anak Bangsa, Karena Sesungguhnya Kita Bersaudara ini, diawali dengan tarian Belibis, tari penyambutan dari Bali.

Dalam laporannya, Ketua Umum Panitia Marsekal Muda TNI-AU, I Gusti Made Oka mengatakan, dalam acara ini juga dipanjatkan doa khusus untuk mendapatkan kedamaian dan kesejahteraan umat beragama. Sedang I N Suwandha, Ketua Umum Harian PHDI Pusat menyebutkan, ada empat barata pantanngan yang wajib dilakukan pada saat Hari Raya Nyepi yang disebut Catur Barata Penyepian, yaitu amati geni (pantang menyalakan api), amati karya (pantang bekerja), amati lelanguan (pantang menghibur diri) dan amti lelungan (pantang bepergian).


Presiden SBY, dalam sambutan antara lain berkata, “Kita harus bersyukur, dalam keragaman beragama yang dipeluk bangsa kita, telah tercipta kerukunan antar umat beragama. Bagi umat Hindu, Hari Raya Nyepi memiliki arti penting untuk merenungkan hakekat kehidupan di alam fana ini. Nyepi merupakan sarana untuk introspeksi diri dari segala bentuk perilaku yang tidak baik, pikiran yang tidak jernih dan perkataan yang tidak pada tempatnya. Semua ini adalah wujud ketaatan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Presiden.

Acara ynag juga dihadiri para tokoh masyarakat dan tokoh agama se Sulsel ini juga menampilkan fragmen berjudul `Keberagaman Menuju Perdamaian`. Pada akhir acara, Ibu Ani menyerahkan bunga tangan kepada wakil artis pendukung acara. (osa)