Berita Utama
Sabtu, 22 April 2006, 23:30:46 WIB
Harga Minyak Dunia Meroket, Lanjutkan Penghematan
Presiden saat memberi sambutan pada acara Dharma Santi di Makassar, Sabtu (22/4) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Kata Presiden SBY, minggu-minggu terakhir ini ekonomi dunia kembali mendapatkan tekanan dan permasalahan. “Harga minyak dunia kembali meroket dan memukul semua perekonomian di semua negara, termasuk Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, bangsa ini harus menghadapinya dengan cara kita lanjutkan kegiatan untuk penghematan. Kita kembangkan kebijakan baru agar listrik tidak terlalu banyak menggunakan BBM, tapi beralih kepada batubara, gas dan sumber-sumber yang lain,” kata Presiden.
Presiden Yudhoyono juga mengajak bangsa Indonesia untuk meningkatkan produksi dalam negeri, tidak hanya di Cepu, tapi juga di tempat-tempat yang lain agar Indonesia kembali menjadi neg exporter, bukan seperti sekarang ini, neg importer. Kalau sudah seperti itu, harga minyak setinggi apapun, Indonesia akan beruntung dan tidak merugi.
Menurut Presiden, harga minyak pada minggu-minggu ini begitu tinggi karena keamanan, kedamaian pada tingkat global terganggu. “Perseteruan antara Amerika Serikat dan Iran turut memicu tingginya harga minyak ini. Gangguan kemanan di Nigeria terhadap ladang-ladang minyak juga menjadi salah satu pemicunya, meskipun ada kebutuhan yang luar biasa atas minyak di India dan China, sehingga apabila kawasan Timur Tengah dan dunia kembali dapat mempertahankan situasi lebih aman, tenang dan damai, Insya Allah harga itu akan terkendali lagi, dan selamatlah ekonomi di seluruh dunia, dan makin baik jugalah ekonomi di Indonesia,” katanya.
“Parisada Hindu Dharma Indonesia telah membimbing dan membina umat Hindu di tanah air serta membangun kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama baik di tingkat nasional maupun internasional. Semoga di masa yang akan datang aktifitas ini dapat lebih ditingkatkan, sehingga dapat membawa manfaat bagi bangsa dan negara kita,” kata Presiden. (osa)



