Berita Utama

Presiden Tiba di Riyadh, Disambut Raja Abdullah

Raja Abdullah bin Abdul Azis menyambut Presiden SBY di Riyadh, Selasa (25/4) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Raja Abdullah bin Abdul Azis menyambut Presiden SBY di Riyadh, Selasa (25/4) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Riyadh: Sesuai dengan jadwal, pesawat Airbus 300 milik Garuda yang membawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan mendarat di Lanud Riyadh, Arab Saudi, tepat pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 21.00 Wib. Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Azis didampingi para menterinya menyambut sendiri Presiden SBY di anak tangga pesawat.

Setelah mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara, Presiden didampingi Raja Abdullah memeriksa barisan kehormatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan saling memperkenalkan para menteri. Beberapa pejabat kerajaan Arab Saudi yang diperkenalkan kepada SBY antara lain adalah Putra Mahkota merangkap Menteri Pertahanan Pangeran Sultan bin Abdul Azis, Menteri Dalam Negeri Pangeran Naif bin Abdul Azis dan Gubernur kota Riyadh Pangeran Salman bin Abdul Azis.

Ikut mendampingi Presiden SBY, selain Ibu Negara juga beberapa menteri, antara lain Ikut dalam rombongan beberapa menteri, antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno, Menteri Agama Maftuch Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Soetedjo, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab, dua jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng,

Presiden SBY telah mengawali kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi selama empat hari. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan, selain pembicaraan empat mata dengan Raja Abdullah, juga akan dilakukan pertemuan bilateral. Selain itu, Presiden SBY dan Ibu Negara beserta rombongan akan melakukan ibadah umroh di masjid Al Haram di kota Mekah, sholat subuh serta melakukan sholat Jumat pada tanggal 28 Apri 2006.

Sebelumnya, di dalam pesawat ketika pesawat berada di atas wilayah India, Presiden SBY kepada wartawan antara mengatakan, beberapa hal yang akan dibawa untuk dibicarakan dengan pemerintah kerajaan Arab Saudi antara lain adalah bidang investasi, energi, tenaga kerja, pendidikan, haji dan masalah terorisme, karena Arab Saudi juga menjadi korban terorisme.

“Di bidang investasi, kita mencatat investasi Arab Saudi di Indonesia pada tahun 2004 mencapai lebih dari USD 3 miliar. Tahun 2005 susut sedikit, tapi masih tinggi, sekitar USD 2 miliar. Kita ingin mempertahankan dan meningkatkan investasi itu di bidang energi, agrobisnis, infrastuktur, dan lain-lain,” kata Presiden.

Di bidang tenaga kerja, kata Presiden, “Kita akan berterima kasih, karena saat ini terdapat 370 ribu tenaga kerja kita di Arab Saudi, 2/3 di antaranya perempuan, dan 1/3 sisanya laki laki. Kita berterima kasih atas lapangan kerja yang diciptakan Arab Saudi. Meskipun begitu kita tetap harus merumuskan perlindungan tenaga kerja kita yang lebih baik lagi. Ada asuransi, atau yang lain.. Pendek kata kita ingin meningkatkan kerja sama yang lebih bagus lagi.”

“Di bidang pendidikan, saat ini ada 159 mahasiswa kita yang menuntut ilmu di Arab Saudi. Kita ingin terus dilakukan kerja sama yang lebih baik di bidang pendidikan. Arab Saudi telah melakukan reformasi pendidikan, meninjau kurikulumnya, kemudian bahan-bahan ajarannya, mengajarkan Islam secara benar, mengembangkan garis moderat, saya kira kita perlu mengembangkan kerja sama pendidikan dengan Arab Saudi,” jelas Presiden. Sedang mengenai pelaksanaan ibadah haji,. kata Presiden, setiap tahun Indonesia diberi kuota sebesar 200 ribu. “Kita akan berusaha untuk meningkatkan kuota itu,” kata Presiden SBY. (nas)