Berita Utama

SBY Pidato di Universitas Islam Imam Muhammad

Diharap Makin Banyak Mahasiswa Indonesia Belajar di Arab Saudi

Presiden SBY saat menyampaikan pidato di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, Rabu (26/4). (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY saat menyampaikan pidato di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, Rabu (26/4). (foto: a.tohir/presidensby.info)
Riyadh: Pada hari kedua kunjungannya ke Arab Saudi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (26/4) mengunjungi dan menyampaikan pidato di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, yang terletak di pinggiran kota Riyadh, ibukota Arab Saudi.

Di kampus yang luasnya lebih dari 350 hektar dan memiliki sekitar 15 ribu mahasiswa yang datang dari sekitar 50 negara ini, Presiden SBY menyampaikan pidato dihadapan Menteri Negara Musaid Al Aiban dan anggota Senat Universitas serta para pengajar.

Sebelum menuju ruang tempat menyampaikan pidato, Presiden oleh pimpinan universitas diajak melihat maket kampus, dan dijelaskan secara teliti bagian-bagian dari kampus yang dibangun secara bertahap dengan menghabiskan dana sekitar 4 miliar Riyal Saudi. “Luar biasa kampus ini. Mudah-mudahan makin banyak mahasiswa yang akan diberi kesempatan belajar di kampus ini,” kata Presiden. Saat ini, terdapat 4 orang mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud.

Dalam pidatonya di hadapan Senat Universitas yang disampaikan sekitar 35 menit dalam bahasa Inggris, Presiden antara lain mengatakan, “Saya telah melihat sendiri betapa indah arsitektur Universitas Islam Imam Muhammad ini, yang menurut saya adalah kampus terindah di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” kata Presiden mengawali sambutannya.

“Saya berharap agar dari universitas ini dapat lahir sarjana-sarja Islam yang bermutu. Islam amat memperhataikan ilmu pengetahuan, sehingga Nabi Muhammad pun bersaabda, carilah ilmu kemanapun,” kata Presiden SBY.

Saat ini, lanjutnya, globalisasi yang terus berkembang memberi kesempatan kepada siapapun untuk maju, termasuk memberi kesempatan kepada umat Islam. Tetapi sayangnya negara-negara Islam terpecah-belah, bahkan sering terjadi pertikaian antara negara Islam. Saat ini, ketika kita memasuki milenium ketiga, maka umat Islam harus memanfaatkan tehnologi yang berkembang untuk mencapai kemajuan, kata Presiden.

“Indonesia yang memiliki populasi umat Islam terbesar di dunia, adalah rumah bagi umat Islam. Dan Arab Saudi, yang memiliki dua masjid suci, adalah simbol bagi Islam. Demikian juga, Indonesia dan Arab Saudi sama-sama berada di depan dalam memerangi terorisme, dan sama-sama pula menjadi anggota Organisasi Negara-negara Islam yang aktif. Dan, Indonesia dan Arab Saudi juga menjadi mendukung perjuangan rakyat Palestina,” kata presiden.

Seusai menyampaikan pidato dan kenang-kenangan dari pimpinan universitas, Presiden diajak meninjau masjid baru yang berada di dalam kampus yang dinamakan Masjid Raja Fahd bin Abdul Azis, yang menurut para mahasiswa Unibersitas Islam Imam Muhammad bin Saud, menjadi masjid terbesar ketiga di Arab Saudi setelah Masjidil Haram di kota Mekah dan Masjid Nabawi di kota Madinah. Di masjid Raja Fahd, Presiden SBY melakukan sholar sunnah.

Dalam kunjungannya ke kampus Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud ini, Presiden didampingi antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno, Menteri Agama Maftuch Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Soetedjo, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab, dan dua jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng. (nas)