Berita Utama

SBY di Madinah

Masuk ke Ruang Pemakaman Nabi

Madinah: Setelah melakukan ibadah umroh di Masjidil Haram kota Mekkah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani dan rombongan Jumat (29/4) malam waktu setempat , ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah.

Pukul 23.00, Presiden dan rombongan keluar dari hotel Inter Continental Har Al Taqwa, yang letaknya persis berada di depan Masjid Nabawi. Dengan berjalan kaki, Presiden menuju ke masjid, dan disambut oleh para imam pengurus Masjid Nabawi. Biasanya, setelah selesai sholat Isya dan semua jamaah sudah keluar, pintu masjid segera dikunci dan dinyatakan tertutup untuk umum, hingga menjelang sholat Subuh. Tapi khusus untuk Presiden dan rombongan, pintu utama Masjid Nabawai dibuka.

Rombongan Presiden yang mengikuti masuk ke Masjid Nabawi sekitar 30 orang, termasuk Ibu Ani, putra sulung Agus Harimurti dan istrinya Anissa Pohan, serta putra bungsu Edhie Baskoro. Beberapa menteri juga ikut, antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri Agama Maftuch Basyuni, , Menakertrans Erman Suparno. Juga tampak Utusan Khusus untuk Timur Tengah Alwi Shihab, Karumga Kepresidennan Ahmad Rusdi, Surya Paloh, Ketua KADIN MS Hidayat, Ketua Umum ICMI Marwah Daud Ibrahim, staf khusus Presiden, Yenny Abdurrahman Wachid, dua jubir Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, Ketua BPKM M.Luthfi, Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Assegaf, dan beberapa orang lainnya.

Setelah masuk ke Masjid Nabawi yang amat luas, beberapa Imam Besar Masjid Nabawi segera mengajak Presiden dan rombongan menuju ke depan, ke Raudhah, yaitu areal seluas 20 X 10 meter yang dahulunya berada di antara rumah Nabi Muhammad dahulu dengan mihrab tempat memberi khotbah. Sementara Ibu Negara bersama anggota rombongan wanita dipisahkan melalui pintu yang lain.

Di Raudhah, Presiden dan rombongan melakukan sholat sunnat dua rakaat, dua kali, disusul dengan berdoa. Sekitar 30 menit kemudian, rombongan dibimbing para imam Masjid Nabawi memasuki ruang tertutup yang dindingnya diberi terali besi. Di ruang itulah makam Nabi Muhammad berada, bersebelahan dengan makam dua sahabat Nabi yaitu Abu Bakar Assyidiq dan Umar Bin Khattab.

Melalui jalan memutar, Presiden dan rombongan masuk melalui pentu kecil yang rendah, kemudian di dalam ruang yang remamng-remang itu terdapat pintu lagi, barulah sampai ke makam Nabi. Bentuknya makam Nabi bukan seperti makam kebanyakan, tetapi berada di dalam dinding hingga ke atap yang ditutup dengan kain hitam yang menuh kaligrafi ayat-ayat Al Quran.

Dibimbing Imam Masjid, Presiden dan rombongan berdoa, mula-mula untuk Nabi Muhammad, disusul untuk Abu Bakar dan Umar. Satu demi satu, mulai terdengar suara orang terisak, dan lama kelamaan makin banyak yang terdengar isakan tangis. “Ini pengalaman spiritual yang luar biasa,” kata Andi Mallarangeng, seusai ziarah ke makam Nabi.

Pukul 00,25, Presiden dan rombongan selesai berziarah. Sementara Ibu Negara dan anggota rombongan lainnya tidak dipernankan masuk ke pintu makam, melainkan hanya berdoa di depan pintu berterali besi. Sambil menunggu Ibu Negara menyelesaikan doanya, Presiden SBY kembali melakukan sholat sunnat di Raudhah.

Setelah Ibu Negara selesai berdoa, rombongan laki-laki dan perempuan kemudian bergabung. Sambil berjalan keluar masjid, Presiden SBY mendapat penjelasan dari imam masjid tentang pembangunan Masjid Nabawi, sambil dipertontonakan bagaimana tenda-tenda mekanik dan lima kubah besar di atas bias diutup dan dibuka, sehingga tampak langit cerah dipenuhi bintang. Presiden menugnkapkan kekagumannya dengan memuji keindahan Masjid Nabawi. (nas)