Berita Utama
Minggu, 30 April 2006, 00:55:36 WIB
SBY Bertemua Ketua Kuwait Investment Authority
Investasi Kuwait akan diarahkan ke Cina dan Indonesia
Kuwait: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Saad Al Badar, Ketua Kuwait Investment Authority (KIA), Sabtu (29/4), sore. KIA adalah lembaga bisnis Kuwait, yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengelola dana 80 miliar Dollar AS, yang diperoleh dari 10 % penghasilan negara. Pertemuan SBY dengan Saad Al Badar yang cuma berlangsung 30 menit sejak pukul 16.00 – 16.30 waktu setempat menghasilkan kesepakatan yang memuaskan.Dino Patti Djalal, Juru Bicara Presiden mengatakan, selama ini KIA lebih banyak berinvestasi ke AS dan Eropa. “Tetapi melihat perkembangan yang terjadi sekarang, mereka akan mengalihkan modalnya ke Eropa Timur dan Asia, khususnya Cina dan Indonesia. Nah, peluang inilah yang harus ditangkap oleh Indoneisa. Presiden SBY menjelaskan kepada KIA bahwa Indonesia saat ini sedang mereformasi berbagai bidang, termasuk reformasi ekonomi, dan mereka tertarik untuk investasi ke Indonesia,” kata Dino seusai pertemuan.
Saat bertemu dengan Ketua KIA di Istana Bayan, Kuwait City, Presiden didampingi beberapa menteri antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Meneg ESDM Purnomo Yusgiantoro Menlu Hassan Wirayudha, Wakil Ketua DPD-RI Irman Gusman dan anggota DPR-RI Didiek Rahbini.
Kata Dino, beberapa bidang bisnis yang akan dilirik oleh KIA di Indonesia antara lain perbakan, asuransi dan property. “Perekonomian Kuwait saat ini sedang melonjak, karena sebelumnya sempat tertahan akibat situasi kawasan. Al Badar menjelaskan kepada Presiden bahwa proses demokrasi kini juga sedang berlangsung di Kuwait. Karena itulah Presiden SBY mengundang KIA untuk datang ke Indonesia, dan Al Badar merespon positif undangan Presiden itu. Presiden juga memandang perlunya dibentuk Komisi Bersama Indonesia Kuwait untuk menindak lanjuti hasil pertemuan ini,” kata Dino Patti Djalal kepada wartawan. Presiden SBY juga mengundang KIA untuk hadir pada Infrastructur Summit yang akan diselenggarakan bulan September mendatang.
Irman Gusman, Wakil Ketua DPD-RI yang mengikuti pertemuan menyambut positif pembicaraan Presiden dengan Ketua KIA. Katanya, pemerintah harus segera menindaklanjuti hasil pertemuan itu. Jangan sampai peluang yang sudah terbuka itu dilepaskan begitu saja, katanya.
(nas)



