Berita Utama

Presiden Pimpin Pertemuan Bilateral

Sheikh Sabah Langsung Perintahkan Menterinya Tangani TKI

Kuwait: Sabtu (29/4) malam, di Istana Bayan, Presiden SBY memimpin pertemuan bilateral antara Indonesia – Kuwait. Delegasi Kuwait dipimpin Kepala Negara Kuwait, Sheikh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Ahmad. Sementara beberapa menteri yang mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral itu antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Meneg ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menlu Hassan Wirayudha, Wakil Ketua DPD-RI Irman Gusman dan anggota DPR-RI Didiek Rahbini.

Menurut Dino Patti Djalal, Jubir Presiden, hasil pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar satu jam itu sangat konstruktif. Berbagai bidang dibicarakan, antara lain ditingkatkannya kerjasama ekonomi kedua negara. “Kuwait sepakat akan mengalihkan investasinya ke kawasan Asia, terutama ke Cina dan Indonesia. Juga disepakati akan adanya dialog para pengusaha kedua negara. Kepada Kuwait, Presiden menawarkan untuk pembangunan kilang minyak di Indonesia. Presiden juga mengundang pengusaha-pengusaha Kuwait untuk hadir pada Infrastructur Summit yang akan diselenggarakan bulan September mendatang” kata Dino.

Di bidang pendidikan, Presiden berharap pemerintah Kuwait akan lebih banyak lagi memberi kesempatan pada mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk belajar di Kuwait. Kepada Sheikh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Ahmad, Presiden mengucapkan terima kasihnya karena pemerintah Kuwait telah membantu Aceh pasca bencana tsunami.

Kedua negara juga membahas masalah perkembangan agama Islam di dunia. Menurut Presiden, Islam adalah ajaran yang mengedepankan demokrasi. Untuk itu, Presiden memuji perkembangan demokrasi Kuwait yang akan memajukan agama Islam. Sebagaimana Kuwait, Indonesia juga akan terus berusaha untuk mengembangkan citra Islam yang moderat.

Dalam pertemuan bilateral itu, kata Dino Patti Djalal, juga dibahas perkembangan kawasan Timur Tengah, antara lain soal Palestina dan Iran. “Khusus mengenai Palestina, Indonesia berharap Kuwait tetap melanjutkan bantuan kepada Palestina yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi. Sheikh Sabah Al Ahmad mengatakan, Kuwait sebenarnya berusaha membantu, tetapi mengami kesulitan karena semua dana yang akan masuk ke Palestina harus melalui bank Israel. Tetapi pemerintah Kuwait sepakat akan berupaya untuk membantu Palestina,” kata Dino.

Juga dibahas masalah Irak. Kedua negara sepakat perlunya stabilitas politik di Irak, dan memberi kesempatan kepada pemerintah Irak untuk melakukan rekonsiliasi negaranya. Mengenai isu nuklir Iran, Kuwait berpendapat masalah nuklir di Iran juga akan membawa dampak bagi Kuwait, karena secara geografis jarak Kuwait dengan Iran cukup dekat, yaitu cuma 110 kilometer dari garis perbatasan. “Kuwait tidak menginginkan terjadinya benturan-benturan yang akan berimbas pada wilayah Kuwait,” kata Dino.

Secara khusus, pertemuan bilateral itu juga membahas masalah TKI (tenaga kerja Indonesia) yang banyak bekerja di Kuwait. Pemerintah Indonesia berharap pemerintah Kuwait ikut membantu para TKI, dengan memberikan perlindungan terhadap hak-hak mereka. Kata Dino, Sheikh Sabah Al Ahmad berjanji akan lebih memperhatikan keinginan Indonesia, dan sepakat akan memberi kesempatan lebih banyak lagi TKI untuk dapat bekerja di Kuwait.

Pada pertemuan bilateral itu, Sheikh Sabah Al Ahmad memerintahkan para menterinya untuk segara menindaklanjuti hasil pertemuan bilateral, dan segera melaporkan hasil-hasilnya. Usai pertemuan Bilateral, Sheikh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Ahmad langsung menyelenggarakan jamuan makan malam untuk delegasi Indonesia. (nas)