Berita Utama
Minggu, 30 April 2006, 14:27:13 WIB
Dialog dengan masyarakat Indonesia di Kuwait
Presiden SBY Berdialog Dengan Warga Indonesia di KuawaitKuwait : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Hj.Ani Bambang Yudhoyono, beserta rombongan, Minggu (30/4) pagi di ruang conferensi hall Istana Bayan, Kuwait menjamu sekaligus berdialog dengan perwakilan warga Indonesia yang bermukim di Kuwait. Tampak Presiden dan rombongan berbaur bersama sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan, yang difasilitasi pemerintah Kuwait.
Usai jamuan, Presiden SBY mengucapkan penghargaan kepada media cetak dan elektronik Kuwait, atas apresiasinya yang positip pada kunjungannya ke Kuwait. “ Atas cetakan edisi khusus yang diterbitkan oleh Arab Times dan Kuwait Times, tentang kunjungan saya ke Kuwait, dan juga tentang Indonesia, baik perdagangannya, pariwisatanya,” kata Presiden SBY.
Presiden juga menanggapi masalah tenaga kerja Indonesia, khususnya tenaga kerja di luar negeri, dimana banyak dan perlu ada penataan baru dalam hal peraturan – peraturan jasa tenaga kerja, sehingga kedepan persoalan – persoalan TKI di luar negeri semakin dapat diperkecil.
“ Aturan ketenaga kerjaan perlu kita tata lagi, perlu ada kejelasan, terutama TKI yang bekerja di luar negeri, seperti kontrak kerja perlu terperinci, lalu tingkatkan monitoring. Kalau itu kita lakukan , maka makin kecil masalah yang dihadapi TKI kita,” kata Presiden SBY.
Selain itu, Presiden juga mengatakan, bahwa banyak yang ingin berinvestasi di Indonesia tetapi mereka memerlukan kepastian hukum dan sosial politik, keamanan " Kami sangat ingin berinvestasi di Indonesia, kami sangat ingin bekerjasama, tapi kami dengar kadang - kadang Indonesia belum stabil betul keadaan politik, sosial, dan keamanannya. Saya dengar masih banyak korupsi, saya dengar di Indonesianya pemerintahnya suka mempersulit, di Indonesia pengadilannya kurang bagus, kadang yang benar dianggap salah, yang salah dianggap benar, begitu kata mereka, dan banyak hal lagi, " kata Presiden SBY.
"Tentu kita tak perlu langsung marah mendengar seperti itu, kita introspeksi. Yang penting mari kita bikin negara kita bagus, tidak usah saling tuding menuding. Mari kita bersama-sama membuat negara kita bagus, politiknya stabil, keamanannya bagus, hukumnya tegak, pemerintahnya makin tanggap. Itu semua harus kita lakukan dengan catatan agar kerjasama kita makin baik. Nah di Indonesia sekarang ini kami sedang berjuang habis-habisan untuk itu, pemerintah DPR, DPD, lembaga-lembaga negara, semua berjuang bikin baik bangsa kita, untuk rakyat kita sendiri, untuk bekerjasama dengan negara negara sahabat," kata Presiden. (win)



