Berita Utama

Presiden di Kuwait:

Jadikan 1 Mei Hari Baik, Bukan Hari Buruk

Kuwait: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung suatu kepedulian, kesadaran dan perjuangan untuk meningkatkan nasib dan kesejahteraan pekerja atau buruh di Indonesia. Sikap Presiden itu disampaikan kepada wartawan Indonesia di Kuwait, Minggu (30/4) siang, berkaitan dengan rencana akan adanya pengerahan massa pada peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei.

“Saya sudah mendengar akan ada peringatan-peringatan dan gerakan massa yang akan turun ke jalan, dan akan ada yang berunjuk rasa. Dalam kehidupan demokrasi hal itu dibenarkan. Wajar. Tetapi saya ingin, letakkanlah dalam semangat baru, dimana bangsa ini bersatu untuk meningkatkan ekonominya utnuk kesejahteraan para buruh” kata Presiden menjelang keberangkatannya ke Qatar, seusai melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuwait selama dua hari.

Karena itulah, lanjut Presiden, “Yang harus kita cegah pada hari yang mulia itu adalah jangan mengganggu pekerjaan kita yang besar ini dengan sesuatu yang kontra produktif misalnya terjadi kekerasan, pengrusakan yang melanggar hukum, dan sebagainya. Karena hal itu akan akan mencemari nama besar peringatan hari buruh ini. Selain itu juga akan menimbulkan masalah lain, dan mengganggu komponen masyarakat yang lain.

Kepada pihak kepolisian dan pememrintah daerah, berikan fasilitas untuk perayaan ini. Tetapi tindak tegas untuk tindakan-tindakan yang tidak sepatutnya. Hormati dan fasilitasi pekerja-pekerja kita yang ingin menyuarakan aspirasinya memperingati masa depannya, tetapi lakukan langkah-langkah hukum bagi mereka yang mengotori kegiatan itu. Karena antara demokrasi dan tegaknya hukum harus berjalan bersama-sama.

Menurut Presiden, para petugas keamanan, petugas hokum dan jajaran pemerintah telah melaksanakan persiapan. “Saya juga telah menyampaikan kepada Wakil Presiden, dan Wakil Presiden juga sudah melaksanakan berbagai langkah untuk membuat 1 Mei sebagai hari yang baik, bukan hari yang tidak baik.” Sebab, kata SBY, itulah yang memang menjadi komitmen kita semua, yang menempatkan buruh pada perannya yang penting di Indonesia.

“Dari masa ke masa, pemerintah tentu ingin meningkatkan kesejahteraan buruh. Memberikan hak-hak mereka dan memberi perlindungan kepada mereka. Memastikan bahwa pekerja kita mendapatkan keamanan dalam pekerjaannya. Tidak di PHK, dan perusahaannya tidak bangkrut. Itulah yang sedang kita lakukan terus menerus untuk menata sektor ketenagakerjaan dan menjalin kerjasama yang erat antara pemerintah, dunia usaha dan para pekerja sendiri, agar semuanya benar-benar menjalankan tugas agar mendatangkan kebaikan bagi pekerja baik sekarang maupun di waktu-waktu mendatang. Peringatan 1 Mei yang banyak dilakukan di banyak negara, kata Presiden, harus kita letakkan dalam konteks itu. (nas)