Berita Utama

Di Persatuan Arab Emirat

Presiden Undang Investor Emirat Arab

Presiden SBY dan Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan di Istana Abu Dhabi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan di Istana Abu Dhabi. (foto: abror/presidensby.info)
Abu Dhabi: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (1/5) siang mendarat di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab. Di bandara internasional Abu Dhabi, Presiden SBY dan Ibu Negara disambut sendiri oleh Presiden PEA, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan didampingi Putra Mahkota Sheikh Mohamad bin Zayed Al Nahyan. Kahadiran Sheikh Khalifa ke bandara untuk menjemput sendiri tamunya merupakan kehormatan karena hal itu jarang dilakukan.

Setelah melakukan pemeriksaan barisan kehormatan dan beristirahat sejenak di VVIP Room, Presiden segera diantar ke istana untuk melakukan pembicaraan empat mata dengan Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Dalam pertemuan empat mata yang berlangsung setengah jam itu dibahas berbagai masalah dan berbagai aspek hubungan biletaral serta perkembangan situasi di Timur Tengah.

Seusai pertemuan empat mata, kedua kepala negara segera memimpin pertyemuan bilateral. Kata Jubir Presiden SBY, Dino Patti Djalal, dalam pertemuan bilateral Presiden menekankan pentingnya peningkatan hubungan investasi, perdagangan dan energi. “Presiden SBY mengundang investor dari PEA untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Presiden menjelaskan mengenai proyek-proyek yang sedang direncanakan oleh pemerintah. Presiden juga menyampaikan terima kasih atas kejasama di bidang kerajinan tangan, dimana pengusaha-pengusaha UKM dari Indonesia bisa aktif mengikuti pameran-pameran kerajinan tangan yang diadakan di PEA,” kata Dino.

Dalam pertemuan juga dibahas masalah-masalah yang berkembang di Timur Tengah, yaitu masalah Irak, Palestina dan Iran. “Mengenai Irak, kedua pemimpin sepakat bahwa perlu diusahan langkah-langkah stabilitas di Irak dan perlu dicegah terjadinya perang saudara di Irak karena hal itu bukan cuma akan berimbas pada stabilisasi keamanan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat menyusahkan umat Islam seluruh dunia. Kedua pemimpin juga sepakat untuk mencegah terpecahnya Irak menjadi tiga bagian, yang masing-masing dikuasai Kurdistan, Syiah dan Sunni,” kata Dino.

Mengenai Palestina, kedua pemimpin terus memperhatikan situasi terakhir, juga memperhatikan posisi Israel yang nampaknya belakangan ini semakin keras. Presiden berpendapat agar pemerintah Palestina dapat melanjutkan tugas-tugasnya dengan baik untuk memerintah demi kesejahteraan rakyatnya. Presiden juga menyatakan perlunya dunia internasional tetap meneruskan bantuan ekonomi kepada Palestina. Presiden berharap dunia internasional menekan agar Israel bersikap kooperatif sehingga proses perdamaian bisa diteruskan.

Mengenai Iran, Presiden sepakat perlu dicegah terjadinya konfrontasi dalam masalah nuklir di Iran, dan perlu terus ditempuh cara damai sehingga dapat diperoleh solusi yang tepat terhadap persoalan nuklir di Iran. “Itulah garis besar hasil pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoi dengan Presiden PEA, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, kata Dino Patti Djalal.

Sore hari, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato di depan para pengusaha PEA dan Kamar Dagang dan Inudustri PEA, di Emirates Palace Hotel. Hadir pula dalam pertemuan itu Menteri tenaga kerja PEA, Dr. Ali bin Abdullah Al Ka’abi. Seusau Presiden menyampaikan pidato, Ketua Kamar Dagang dan Inustri PEA dan Ketua KADIN menandatangani MoU kerjasama. (nas)


Abu Dhabi: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (1/5) siang mendarat di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab. Di bandara internasional Abu Dhabi, Presiden SBY dan Ibu Negara disambut sendiri oleh Presiden PEA, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan didampingi Putra Mahkota Sheikh Mohamad bin Zayed Al Nahyan. Kahadiran Sheikh Khalifa ke bandara untuk menjemput sendiri tamunya merupakan kehormatan karena hal itu jarang dilakukan.

Setelah melakukan pemeriksaan barisan kehormatan dan beristirahat sejenak di VVIP Room, Presiden segera diantar ke istana untuk melakukan pembicaraan empat mata dengan Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Dalam pertemuan empat mata yang berlangsung setengah jam itu dibahas berbagai masalah dan berbagai aspek hubungan biletaral serta perkembangan situasi di Timur Tengah.

Seusai pertemuan empat mata, kedua kepala negara segera memimpin pertyemuan bilateral. Kata Jubir Presiden SBY, Dino Patti Djalal, dalam pertemuan bilateral Presiden menekankan pentingnya peningkatan hubungan investasi, perdagangan dan energi. “Presiden SBY mengundang investor dari PEA untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Presiden menjelaskan mengenai proyek-proyek yang sedang direncanakan oleh pemerintah. Presiden juga menyampaikan terima kasih atas kejasama di bidang kerajinan tangan, dimana pengusaha-pengusaha UKM dari Indonesia bisa aktif mengikuti pameran-pameran kerajinan tangan yang diadakan di PEA,” kata Dino.

Dalam pertemuan juga dibahas masalah-masalah yang berkembang di Timur Tengah, yaitu masalah Irak, Palestina dan Iran. “Mengenai Irak, kedua pemimpin sepakat bahwa perlu diusahan langkah-langkah stabilitas di Irak dan perlu dicegah terjadinya perang saudara di Irak karena hal itu bukan cuma akan berimbas pada stabilisasi keamanan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat menyusahkan umat Islam seluruh dunia. Kedua pemimpin juga sepakat untuk mencegah terpecahnya Irak menjadi tiga bagian, yang masing-masing dikuasai Kurdistan, Syiah dan Sunni,” kata Dino.

Mengenai Palestina, kedua pemimpin terus memperhatikan situasi terakhir, juga memperhatikan posisi Israel yang nampaknya belakangan ini semakin keras. Presiden berpendapat agar pemerintah Palestina dapat melanjutkan tugas-tugasnya dengan baik untuk memerintah demi kesejahteraan rakyatnya. Presiden juga menyatakan perlunya dunia internasional tetap meneruskan bantuan ekonomi kepada Palestina. Presiden berharap dunia internasional menekan agar Israel bersikap kooperatif sehingga proses perdamaian bisa diteruskan.

Mengenai Iran, Presiden sepakat perlu dicegah terjadinya konfrontasi dalam masalah nuklir di Iran, dan perlu terus ditempuh cara damai sehingga dapat diperoleh solusi yang tepat terhadap persoalan nuklir di Iran. “Itulah garis besar hasil pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoi dengan Presiden PEA, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, kata Dino Patti Djalal.

Sore hari, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato di depan para pengusaha PEA dan Kamar Dagang dan Inudustri PEA, di Emirates Palace Hotel. Hadir pula dalam pertemuan itu Menteri tenaga kerja PEA, Dr. Ali bin Abdullah Al Ka’abi. Seusau Presiden menyampaikan pidato, Ketua Kamar Dagang dan Inustri PEA dan Ketua KADIN menandatangani MoU kerjasama. (nas)