Berita Utama

SBY Menerima JK

Presiden: Saatnya Membangun, Bukan Merusak

Presiden SBY dan Wapres JK saat jumpa pers Jumat (5/5) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Wapres JK saat jumpa pers Jumat (5/5) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta : Hari pertama berada di tanah air setibanya dari kunjungan kenegaraan ke lima negara Timur Tengah, Presiden hari jumat (05/04) sore bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Presiden. Seusai pertemuan tersebut Presiden didampingi Wapres melakukan konferensi pers di Kantor Presiden. Kepada para wartawan Presiden mengatakan, saat ini stabilitas, keamanan dan ketentraman mutlak dibutuhkan di Indonesia agar semua kegiatan di dalam negeri bisa berjalan dengan baik, termasuk kerjasama Indonesia dengan negara - negara sahabat.

"Bukan karena kita hanya melihat sisi investasi, tapi keseluruhan upaya di dalam negeri kita ini, mungkinkah berjalan dengan baik kalau keadaan dalam negeri tidak baik ? Perlu diketahui, ketika kita berkomunikasi dengan mitra - mitra kita, mereka selalu bertanya, bagaimana Indonesia sudah aman atau belum, masih ada kerusuhan tidak, masih ada pengrusakan – pengrusakan tidak? Selalu muncul pertanyaan seperti itu. Saya menjawab, Alhamdulillah, setelah krisis keadaanya semakin baik, Alhamdulillah, keamanan makin mantap dan lain lain. Tentunya mereka senang. Mereka berharap kerjasama bisa lebih bagus lagi, " kata Presiden.

Berkaitan dengan hal itu, maka Presiden sangat menyayangkan terjadinya unjuk rasa yang diwarnai kekerasan hari Rabu (3/5) lalu. " Oleh karena itu dengan kejadian unjuk rasa disertai kekerasan kemarin, kita berharap janganlah terjadi lagi. Terjadi lagi seperti itu, yang rugi semuanya, secara umum ya rakyat Iindonesia. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja dengan baik. Kalau tidak bisa bekerja dengan baik, apa yang bisa dihasilkan untuk rakyatnya ? Kemudian kerjasama yang sudah mulai tumbuh bisa berhenti lagi, " kata Presiden.

" Saya sekali lagi mengajak saudara – saudara kita di seluruh Indonesia untuk faham betul mengapa negeri kita harus aman, tertib dan stabil. Tanggal 1 Mei saya berikan pujian karena bagus, tertib, besar dan semangatnya bagaimana nasib buruh makin ke depan makin baik. Kesejahteraannya makin diperhatikan dan lain lain. Itu pula yang menjadi keinginan pemerintah. Suara mereka kita dengar, spanduk - spanduk mereka kita baca, karena itulah yang akan kita lakukan bersama, " kata Presiden.

"Setelah kita mengalami krisis yang luar biasa dulu, mundur, terjadi konflik, stagnan, sekarang ini adalah saatnya membangun, membangun kembali, bukannya saatnya merusak, dan merusak terus. Mahal. Untuk membangun setiap sektor, tiap fasilitas itu memerlukan upaya, memerlukan dana, keringat yang tidak sedikit. Bertahun - tahun, alangkah sedih dan sayangnya kalau itu tiba – tiba rusak dan hancur demikian saja. Mari kita syukuri dan pelihara hasil pembangunan yang telah kita laksanakan selama ini, " himbau Presiden.

"Di samping saatnya membangun dan bukan terus merusak, sekarang juga saatnya untuk memperbaiki yang dulunya keliru. Terjadi bencana alam di banyak tempat. Antara lain karena hutan – hutan kita gundul, tidak kita rawat dengan baik. Banjir datang. Oleh karena itu sekarang saatnya bukan menggunduli hutan, bukannya menebangi hutan, tetapi menanam. Itu makanya kita anjurkan gerakan menanam di seluruh Indonesia, " ajak Presiden.

" Kita tanam sekarang, Insya Allah hasilnya baik untuk generasi yang akan datang. Jadi sekali lagi saya mengajak dengan penuh kecintaan kepada ssudara –saudara kita di seluruh Indonesia, mari kita gunakan babak baru perjalanan bangsa ini untuk memperbaiki yang keliru – keliru, untuk menanam dan untuk membangun. Itu yang saya harapkan, bukan sebaliknya. Saya yakin dan percaya bahwa saudara - saudara kita di seluruh tanah air paham betul bahwa kita harus bersama – sama dan bersatu padu untuk membangun negeri kita agar masa depan kita lebih baik, " kata Presiden SBY. ( nnf )