Berita Utama

Sidang Kabinet Juga Bahas Finalisasi RKP

Presiden SBY pimpin Sidang Kabinet, Senin (8/5). (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY pimpin Sidang Kabinet, Senin (8/5). (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta : Sidang Kabinet Indonesia Bersatu yang berlangsung 9 jam hari Senin (8/5), selain membahas tindak lanjut dari kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa menteri ke Timur Tengah, juga membahas finalisasi RKP (Rancangan Kerja Pemerintah). Inilah pembahasan terakhir sebelum RKP ini dituangkan dalam bentuk Keputusan Presiden dan dijadikan pedoman pemerintah dalam menyusun RAPBN bersama DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Hal itu dikatakan Menko Perekonomian Boediono, kepada wartawan seusai mengikuti siding kabinet. Sidang dipimpin langsung oleh Presiden SBY didampingi Wapres Jusuf Kalla.

Menurut Boediono, hal –hal yang pokok dalam pembahasan RPK adalah adanya perubahan – perubahan asumsi – asumsi dasar. “Seperti untuk asumsi makro tahun 2007, mengenai pertumbuhan ekonomi untuk RKP itu kita masih menggunakan angka yang sudah banyak beredar yaitu 6,4 %. Inilah yang dijadikan landasan perhitungan RAPBN 2007,” jelas Boediono.

“Kemudian inflasi year on year 6%, tapi dihitung rata-rata Januari –Desember year on yearnya 6,35 %. Jadi ada perbedaan. Masalahnya sama, mengukur inflasi, tetapi ukurannya adalah year on year, point to point, dari 31 Desember 2006 – 31 Desember 2007. Tetapi bisa juga rata-rata, dari bulan ke bulan, itu dirata-rata 6,35 % kalau year on year 6 %,” jelas Boediono

“ Lalu nilai tukar yang digunakan juga ada sedikit perubahan. Kalau sebelumnya kita menggunakan nilai tukar Rp.9.700,- per USD, pada RKP yang terakhir ini kita memakai angka yang lebih rendah, yaitu Rp 9.200,- per USD.

Ditambahkan, “Soal SBI rata-rata 3 bulan, kita memakai untuk tahun 2007, 8,5 %. Lalu untuk harga minyak untuk 2007 rata-rata harga minyak adalah 58 USD perbarel, ini adalah angka yang merupakan kesepakatan dari 30 pakar di dunia. Mengenai kemungkinan harga minyak tahun 2007 itu berapa, angka itu kita pakai dulu, nanti kita lihat perkembangan selanjutnya. Mengenai produksi minyah mentah, tahun 2007 adalah 1 juta barel perhari, “ tambah Boediono. (nnf)