Berita Utama

Berturut-turut Hari Jumat

Presiden Bertemu 3 Pemimpin Negara

Nusa Dua: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (12/5) di Nusa Dua, Bali, mengadakan pertemuan dengan tiga orang pemimpin negara, masing-masing dengan PM Malaysia Abdullah Badawi, dilanjutkan pertemuan dengan PM Pakistan Shaukat Azis, dan terakhir mengadakan pertemuan dengan Presiden Nigeria, Olesegun Obasanjo.

Pada pertemuan bilateral dengan tiga negara ini, Presiden SBY didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Meneg BUMN Sugiharto, dan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal.

Kata Dino Patti Djalal, pada pertemuan dengan PM Badawi, yang menjadi topik bahasan antara kedua pemimpin negara dan delegasi adalah mengenai perkembangan D - 8 dan hal - hal yang akan dibahas besok, juga bagaimana memajukan kerjasama D - 8 secara konkrit. "Karena yang dibutuhkan setelah hampir 9 tahun adalah kerjasama yang lebih fokus dan lebih terarah, termasuk pembentukan sekretariat, " jelas Dino.

Dalam hal kerjasama kedua negara, menurut Dino, antara Indonesia dan Malaysia akan ditandatangani kerjasama di bidang ketenagakerjaan. Rencana semula, kerjasama akan ditandatangani tanggal 15 Mei, tetapi atas permintaan Presiden SBY diajukan menjadi tanggal 14 Mei, yang akan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Tenaga Kerja kedua negara.

Pada pertemuan kedua dengan Perdana Menteri Pakistan, Shaukat Azis, kata Dino, dibahas mengenai masalah regional dan internasional termasuk mengenai situasi di Asia Selatan dan Timur Tengah. " Pakistan mengucapkan terimakasih atas peran Indonesia selama ini, " kata Dino.

Dino juga menjelaskan bahwa pada pertemuan itu dibahas mengenai interfaith dialogue. "Kedua pemimpin negara menekankan pentingnya interfaith dialogue. Pakistan memajukan Islam moderat sebagai enlightened moderation, sedangkan Indonesia dengan konsep Islam sebagai rahmatan lil alamin, " jelas Dino. Dibahas pula mengenai pentingnya Indonesia dan Pakistan bekerjasama untuk memajukan Islam moderat di dalam pentas internasional.

Topik perdagangan juga dibahas pada pertemuan itu, dan pembicaraan mengenai perlunya memajukan kerjasama perdagangan dan kerjasama penanganan terorisme antara Indonesia dan Pakistan.

Pada pertemuan ketiga, Presiden bertemu dengan Presiden Nigeria Olesegun Obasanjo dan delegasinya. Menurut Dino, pertemuan kedua pemimpin negara tersebut membahas mengenai situasi perminyakan dan energi di dunia. " Nigeria sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi minyak 4 jt barel / hari, 4 kali lipat dari besarnya kapasitas produksi Indonesia, " jelas Dino.

Dino juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut disepakati perlunya diadakan konsultasi dan kerjasama lebih lanjut di bidang energi, terutama di dalam membangun energi alternatif seperti bio energi. " Dibahas juga kerjasama perdagangan Indonesia - Nigeria yang jumlahnya cukup besar dibandingkan dengan negara - negara yang lain dalam D - 8 ini. Nilai perdagangan antara Indonesia dan Nigeria mencapai 1 milyar Dolar AS, dan dibahas berbagai cara untuk meningkatkan perdagangan tersebut, " kata Dino.

Presiden Obasanjo, menurut Dino juga menjelaskan mengenai situasi di Afrika kepada Presiden SBY, seperti situasi di Kongo, Liberia dan di berbagai wilayah konflik lainnya. " Presiden SBY sangat menghargai penjelasan yang diberikan Presiden Obasanjo, " kata Dino menutup keterangannya. ( nnf )