Berita Utama
Kamis, 18 Mei 2006, 21:45:00 WIB
Presiden Buka Kongres PARFI
Jadikan Film Sebagai Karya Seni Budaya
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Kongres Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) XIII tahun 2006 hari Kamis (18/5) malam di Hotel Manhattan, Kuningan. Tiba di Hotel Manhattan tepat pukul 20.00 WIB, Presiden dan Ibu Ani Bambang Yudhoyono disambut Meneg Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Ketua Umum PB PARFI Eva Rosdianan Dewi dan Ketua Panitia Pelaksana Yenny Rachman.Kongres PARFI XIII yang berlangsung dua hari, tanggal 18-19 Mei 2006 ini mengangkat tema 'Meningkatkan Profesionalisme Dalam Persatuan dan Kebersamaan'. Lebih kurang tujuh ratus undangan memenuhi ballroom Hotel Manhattan, termasuk sineas-sineas film Indonesia dari berbagai jaman. Selain akan menyempurnakan anggaran dasarnya, Kongres PAFRI XIII juga akan melakukan pemilihan pengurus baru.
Dalam pidato sambutannya, Presiden SBY menyatakan dirinya ingin menjadi bagian dari kebangkitan perfilman di Indonesia. Tahun 2006 telah dicanangkan Presiden sebagai tahun kebudayaan, dan salah satu dari bagian kebudayaan itu adalah film Indonesia. “Film Indonesia dapat menjadi media untuk mempertinggi derajat, martabat seni dan budaya bangsa kita. Film Indonesia sesungguhnya dapat menjadi bagian dari pilar kebudayan, menumbuhkan ruang dialog yang kreatif dan memelihara kemajemukan budaya bangsa,” kata Presiden SBY.
Menurut Presiden, film jangan hanya dijadikan tontonan penghibur saja tetapi jadikanlah film sebagai hasil cipta karya seni budaya yang dapat menampilkan kehidupan sosial, karakter budaya dari komunitas masyarakat kita. Presiden mengajak kepada seluruh pecinta film nasional untuk mendorong setiap upaya produksi film yang dapat memperkuat nilai-nilai dan jati diri budaya bangsa Indonesia.
Kepada insan perfilman Indonesia, Presiden menghimbau untuk lebih banyak menampilkan karya-karya seni yang mengangkat etika, martabat serta budaya bangsa Indonesia. “Kurangilah muatan film yang menampilkan kekerasan, kriminalitas dan pornografi,” ujar Presiden. Usai menyampaikan sambutannya, Presiden SBY membuka secara resmi Kongres PARFI XIII tahun 2006. (osa)



