Berita Utama

Presiden:

Sudah Waktunya BBG Dimasyarakatkan

Presiden menyalami wanita pengemudi busway yang membawa rombongan dari Pulo Gadung ke Gambir, Sabtu (20/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden menyalami wanita pengemudi busway yang membawa rombongan dari Pulo Gadung ke Gambir, Sabtu (20/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara peresmian Gerakan Pemasyarakatan Bahan Bakar Gas ( BBG ) pada kendaraan bermotor di Pool Busway Koridor 2 Pulo Gadung, Jakarta Timur Sabtu (20/5) siang mengatakan bahwa BBG sudah saatnya dimasyarakatkan. Presiden memberikan apresiasinya kepada Pemda DKI dan Kementrian ESDM atas upaya ini.

" Saya menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya, khususnya kepada pemerintah daerah DKI Jakarta dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang telah mempelopori pemanfaatan BBG bagi kendaraan bermotor. Kita menyadari bahwa dengan semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dunia, kita perlu segera beralih kepada sumber energi lain, di samping itu BBM juga dikenal sebagai pemicu polusi udara, " ujar Presiden.

Salah satu alternatif pengganti BBM adalah BBG, dari bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas. Pemanfaatan BBG dapat memberikan beberapa keuntungan, yaitu BBG lebih murah, lebih ramah lingkungan, dan lebih irit atau lebih efisien.

Presiden menjelaskan bahwa sesungguhnya BBG telah mulai ditetapkan pemerintah sebagai bahan bakar kendaraan sejak bulan jJni 1986. Ketetapan itu diberlakukan dalam rangka program diversifikasi, konversi energi dan langit biru. Tetapi BBG baru dapat dipasarkan secara komersial pada tahun 1989, namun masih mengalami kendala dalam hal pengadaan SPBG yg belum sebanyak SPBU untuk BBM. Oleh karena itu pengguna BBG masih terbatas.

"Dengan semangat menerapkan kebijakan energi nasional 2006 – 2025, kita terus berupaya dengan sungguh - sungguh memanfaatkan BBG sebagai energi alternatif. BBG sudah waktunya dimasyarakatkan penggunaannya, terutama di kota - kota besar. Dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi seperti di Jakarta ini, BBG dapat menekan pencemaran udara itu pada tingkat yang lebih rendah," kata Presiden.

" Pengembangan BBG untuk transportasi merupakan salah satu perwujudan dari program langit biru. Untuk memasyarakatkan penggunaan BBG, pemerintah akan melakukan revitalisasi terhadap stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), lebih cepat lebih bagus. Mari kita laksanakan percepatan pembangunan SPBG ini. Hal ini diperlukan untuk menghemat waktu pengisian BBG menjadi lebih singkat dibanding sebelumnya, " kata Presiden. ( nnf )