Berita Utama
Selasa, 23 Mei 2006, 23:02:22 WIB
Presiden:
Gerakan Desentralisasi dan Otonomi Daerah Tak Bisa Dihentikan
Presiden SBY foto bersama pemenang anugerah Otonomi Daerah di Surabaya, Selasa (23/5) malam. (foto: anung/presidensby.info)
“Pemerintah Indonesia mengoreksi bahwa kehidupan politik yang terlalu otoritarian dan penyelenggaraan pemerintah yang terlalu sentralistis itu kurang baik. Kita sepakat melakukan reformasi, demokratisasi, dan pengembangan sistem serta manajemen pemerintahan, maka lahirlah desentralisasi dan otonomi daerah,” kata Presiden di hadapan kurang lebih empatratus undangan. “Tujuannya adalah agar daerah bisa mengenali kawasan yang ada di daerahnya, bisa menetapkan tujuan dan sasaran apa saja yang hendak dibangun, mengenali sumber daya yang dimiliki, dan mengetahui dan menciptakan peluang apa saja yang dimiliki daerahnya,” lanjutnya.
Ditambahkan, apabila setiap daerah sudah memiliki semua tujuan di atas, maka harus pula dimiliki kapasitas dan kepemimpinan. “Bila kita mengetahui sasaran dan permasalahan, tetapi tidak cukup kapasitas dan kemampuannya, maka tidak akan sampai tujuannya. Disamping kapasitas, perlu juga kepemimpinan, inovasi dan kreatifitas pemimpin,” kata Presiden.
Presiden juga mendorong implementasi otonomi daerah. “Saya berpendapat bahwa gerakan desentralisasi dan otonomi daerah tidak bisa dihentikan, apalagi ditarik kembali,” ujar Presiden SBY. “Banyak suka dan duka dari desentralisasi dan otonomi daerah maka bila ada permasalahan harus diselesaikan dengan baik.”
Menurut Presiden SBY, ada tujuh hal yang harus menjadi prioritas Bupati, Gubernur dan Walikota dalam mengelola daerahnya. Ketujuh hal tersebut adalah pengurangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan, pelayanan publik, pembanguanan infrastruktur dasar, dan pembangunan good governance.
“Saya yakin dan percaya, implementasi otonomi daerah dan desentralisasi akan dapat kita tingkatkan dan efektifkan sehingga dapat mencapai hasil sebesar-besarnya. Bila ada permasalahan, jangan saling menyalahkan. Pemerintah pusat menyalahkan pemerintah daerah dan sebaliknya. Bila ada yang salah harus kita perbaiki dengan semangat bahwa otonomi daerah dan desentralisasi merupakan jawaban yang tepat untuk mengelola negara Indonesia yang luas.
Sebelum memberikan sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan piala emas untuk Grand Category Region in Leading Profile on Local Political Performance yang dimenangkan Kabupaten Sidoarjo, Grand Category Region in Leading Breakthrough on Public Service yang dimenangkan Pemerintah Kota Blitar , dan Grand Category Region in Leading Breakthrough on Economic Development yang dimenangkan Kabupaten Blitar. (osa)



