Berita Utama

Presiden:

Pemerintah Prihatin atas Situasi Timor Leste

Presiden SBY didampingi beberapa menteri dan Dubes RI di Timor Leste, memberikan keterangan pers Kamis (25/5) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi beberapa menteri dan Dubes RI di Timor Leste, memberikan keterangan pers Kamis (25/5) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Cikeas-Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta kepada warga negara Indonesia untuk tidak dulu berkunjung ke Timor Leste karena masalah keamanan, baik yang melintasi perbatasan Timor Leste dengan Indonesia atau NTT, maupun dengan menggunakan jalur-jalur yang lain. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Keterangan Persnya tentang sikap, posisi dan respon pemerintah Indonesia atas perkembangan situasi yang ada di Timor Leste hari Kamis (25/5) malam di kediamanan pribadi Presiden SBY di Cikeas, Bogor.

“Mengingat keadaan yang hingga hari ini belum dapat dikatakan normal, menjadi kewajiban pemerintah Republik Indonesia untuk menyiapkan sarana angkutan, utamanya udara untuk mengevakuasikan warga Negara Indonesia dari Timor Leste. Apakah itu staf Kedutaan Besar maupun warga Negara Indonesia yang bekerja atau tinggal di Timor Leste,” kata Presiden SBY kepada wartawan.

Pada saat memberikan keterangan pers, Presiden SBY didampingi Menko Polhukkam Widodo A.S, Menlu Hasan Wirajuda, Panglima TNI Joko Suyanto, Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste Ahmed Bey Sofwan dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Pemerintah Indonesia memahami, mengingat perkembangan situasi kritis di Timor Leste bahwa pimpinan Timor Leste telah meminta bantuan militer dan kepolisian dari negara-negara sahabat. “Yang saya ketahui dari Australia, Selandian Baru, Portugal dan Malaysia. Saya berharap kehadiran satuan-satuan militer dan kepolisian itu bersama-sama dengan negara dan pemerintah Timor Leste betul-betul dapat memulihkan keadaan dan mengatasi permasalahan keamanan di negara itu,” tambahnya.

Presiden SBY juga mengungkapkan keprihatinannya atas perkembangan situasi, khususnya situasi keamanan di Timor Leste dan berharap serta percaya bahwa pemerintah Timor Leste akan dapat memulihkan keadaan dan mengatasi masalah itu dengan baik.

Presiden menginstruksikan satuan-satuan di perbatasan dan satuan TNI pada khususnya untuk melakukan pengamanan dan kontrol yang ketat terhadap perbatasan itu sementara menutup perbatasan untuk pelintas batasan baik dari Timor Leste ke Indonesia maupun dari Indonesia ke Timor Leste. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya isu yang akan merugikan nama baik Indonesia.

“Sebab bisa jadi kalau perbatasan masih terbuka dan dibuka, setiap lintas batasan di wilayah itu bisa saja diisukan sebagai hal-hal yang melibatkan Indonesia dalam konflik. Padahal kita menghormati kedaulatan Timor Leste dan sama sekali tidak ada keinginan apapun kecuali berharap dan percaya bahwa pemerintah Timor Leste bisa mengatasi keadaan ini,” lanjut Presiden SBY.

Selain itu, pemerintah Indonesia siap memberikan bantuan kemanusiaa apabila diperlukan. Sedangkan mengenai gelombang pengungsian yang dikhawatirkan akan masuk ke wilayah Indonesia apabila kerusuhan terus berlangsung di Timor Leste, Presiden SBY menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan menggunakan kontrol fisik dan jalur diplomatik. “Secara fisik kita mengontrol, mengamankan dan mengelola wilayah perbatasan termasuk kemungkinan pelintas batasan dari warga Negara Timor Leste ke Indonesia,” kata Presiden.

“Kita juga melakukan koordinasi secara terus-menerus apabila hal itu terjadi. Yang penting koordinasi dan komunikasi yang efektif diantara keduabelah pihak,” ujar Presiden menutup keterangan persnya. (osa)