Berita Utama
Minggu, 28 Mei 2006, 14:25:14 WIB
Usai Menutup Peringatan 80 Tahun Pondok Gontor
Presiden Salat Gaib untuk Korban Gempa DIY
Di masjid Gontor, Ponorogo, Minggu (28/5) siang, Presiden SBY shalat Ghaib untuk korban gempa bumi Yogyakarta. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY ke PMDG di Mantingan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk menutup acara Peringatan 80 Tahun PMDG di Mantingan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dalam acara tersebut hadir Imam Besar Al-Ashar Syeikhul Azhar, duta besar negara sahabat, serta ribuan santri dan alumni PMDG. Mereka berbaur dengan undangan yang memenuhi aula dan lapangan tengah pesantren Gontor yang dipasang puluhan tenda.
Dalam kesempatan itu, Presiden SBY menyampaikan perasaannya yang mendalam atas apa yang baru terjadi di Yogyakarta. "Perkenankan saya menyampaikan perasaan kita semua, di satu sisi kita bersyukur atas 80 tahun pengabdian PMDG yang sama-sama kita ketahui telah memberikan sumbangan amat besar bagi umat Islam, bagi bangsa dan negara. Tetapi hari-hari ini kita tengah berduka dengan musibah yang terjadi di Jateng dan Yogyakarta yang terjadi kemarin pagi," ungkap Presiden SBY.
“Sejak kemarin sore hingga malam, saya dengan yang lain, mendatangi tempat bencana ini, di rumah sakit, di posko, di tempat pengungsian, dan lain-lain. Memang cobaan ini cukup berat bagi kita, karena jumlah korban, anak-anak, ibu-ibu, orangtua yang luka, patah kaki, patah tangan dan sebagainya, dan tentunya kita patut untuk bersama-sama menghadapi ini dengan tegar dan tawakal,” ujar Presiden SBY.
“Kita disegarkan secara jernih oleh Imam Besar Al-Ashar tadi, bahwa semua itu datang dari Allah SWT. Kita bersyukur mendapatkan kenikmatan anugerah dari Allah. Kita mendapatkan cobaan, ujian, seperti yang dialami saudara-saudara kita di Yogya dan Jateng itu juga cobaan dan ujian dari Allah, yang juga harus tawakkal dan tegar," kata Presiden SBY.
Oleh karena itu, Presiden meminta kita merenungkan bersama bahwa kekuasaan Allah lah yang menentukan segalanya. Kita harus menambah keimanan kita, zikir kita, doa kita, secara tidak putus. "Semoga sebagai bangsa dalam menuju masa depan kita selalu diberikan petunjuk, bimbingan dan lindungannya,” tutur Presiden SBY.
Sebelumnya, pimpinan PMDG, K.H.Abdullah Sukri Zarkasyi, mengatakan, Presiden SBY adalah juga putera alumni Pesantren Gontor. "Saya masih mempunyai hubungan keluarga dengan beliau. Jadi dapat dikatakan kehadiran Presiden SBY ini ke PMDG ibarat mengunjungi rumah sendiri,” ungkap Abdullah Sukri Zarkasyi disambut tepuk tangan panjang dari seluruh undangan yang memenuhi aula dan lapangan PMDG.
Selain itu Abdullah Sukri Zarkasyi juga mengatakan, Peringatan 80 tahun ini juga untuk mewariskan nilai-nilai prinsipil PMDG kepada generasi penerus, khususnya dalam menghadapi pesatnya perubahan-perubahan yang terjadi.
Usai menutup acara itu, Presiden SBY bersantap siang bersama, lalu salat dhuhur dan salat ghaib untuk para korban yang meninggal akibat bencana alam gempa bumi di Yogyakarta dan Jateng. Selanjutnya Presiden SBY serta rombongan langsung bertolak kembali ke Yogyakarta menggunakan helikopter jenis Superpuma.( win)



