Berita Utama
Minggu, 28 Mei 2006, 22:21:09 WIB
Hari Kedua Berkantor di Yogyakarta
Presiden Tunda Kunjungan ke Korea
Yogyakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunda rencana kunjungannya ke Korea Selatan dan Korea Utara. Rencananya, kunjungan ke Korsel dan Korut itu berlangsung tanggal 5 sampai dengan 9 Juni 2006 mendatang. Tetapi karena terjadi gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya Sabtu (27/5) lalu, dan menimbulkan ribuan korban jiwa dan ribuan lainnya luka-luka, maka rencana kunjungan ke Korsel dan Korut itu diputuskan untuk ditunda.Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng mengatakan, “Presiden SBY akhirnya menunda kunjungannya ke Korea Selatan dan Korea Utara yang dimaksudkan untuk memberi kontribusi bagi perdamaian kedua negara. Penundaan ini dilakukan karena Presiden ingin berkonsentrasi dan memastikan bahwa penanganan korban gempa berjalan lancar, seperti proses evakuasi, pengobatan, serta memastikan kelancaran distribusi bantuan obat-obatan dan makanan. Bahkan untuk tujuan itu, Presiden telah memutuskan untuk berkantor di Gedung Agung ini, ” kata Andi Mallarangeng, Minggu (28/5) malam, di Gedung Agung, Yogyakarta.
Presiden SBY pada hari pertama pasca gempa, telah berada di Yogyakarta, dan langsung mengkoordinasikan langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan pasca gempa bumi bersama Pemerintah Provinsi DIY dan Pemerintah Daerah. Selain itu Presiden juga telah mengunjungi lokasi bencana, rumah sakit serta tempat penampungan pengungsi untuk melihat langsung korban bencana gempa bumi.
Sementara itu pada hari kedua pasca gempa, bantuan mulai mengalir ke Yogyakarta baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti dari Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Australia, China, dan negara-negara lain. Bantuan yang mulai berdatangan itu ditangani Satkorlak DIY yang dipimpin langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. (win)



