Berita Utama

SBY di Lokasi Pengungsian Ganjuran:

Pemda Harus Aktif, Gesit dan Gigih

Bantul: Presiden SBY mengingatkan kepada Pemda setempat, mulai Gubernur, Bupati, hingga level di bawahnya, untuk aktif dan gigih mengatasi penanganan paska bencana. Hal itu disampaikan SBY ketika mengunjungi korban yang ditampung dan dirawat di Gereja Candi Hati Kudus dan RS Santa Elizabeth di desa Ganjuran, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (29/5).

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY juga menjelaskan telah menggerakkan seluruh potensi yang ada. Bantuan dari luar DIY dan Jawa Tengah, bahkan juga dari luar negeri, telah datang. Untuk itu, Presiden SBY meminta agar bantuan tersebut harus dikelola dengan baik. Ia juga meminta pemerintah daerah, mulai dari Gubernur, Bupati, hingga level terbawah untuk lebih aktif dan gigih menangani semuanya. "Meskipun saya katakan masih darurat seperti ini, tapi jangan tidak mengambil langkah yang tidak gesit," SBY menegaskan

Sebagian besar korban di Ganjuran ini ditampung dan dirawat di halaman gereja dan rumah sakit dengan mendirikan tenda-tenda darurat. Menurut SBY, di negara manapun penanganan paska bencana seperti ini pada awalnya sering mengalami hambatan.

Selain itu Presiden juga melihat di beberapa tempat ada warga masyarakat yang datang ke lokasi pengungsian sekadar untuk menonton. Presiden meminta masyarakat untuk tidak menonton karena akan menganggu kelancaran proses evakuasi korban dan distribusi bantuan.

Presiden juga mengatakan, yang penting bagaimana menyelamatkan sebanyak-banyaknya saudara-saudara kita yang terluka. “Dengan ini saya mengingatkan, giatkan lagi, koordinasikan lagi proses penanganan paska bencana ini, terutama di tingkat lapangan,” kata SBY.

Dalam kunjungan di Gereja Candi Hati Kudus dan RS Santa Elizabeth ini Presiden dan Ibu Negara didampingi sejumlah pejabat. Antara lain, Mensos Bachtiar Chamsyah, Seskab Sudi Silalahi, Pangdam IV Diponegoro, KSAD, Kapolda DIY, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Juga dua rohaniawan dari Gereja Santa Maria Tak Tercela, Surabaya. Keduanya adalah Romo Andri dan Romo Utomo.

Dari lokasi ini, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan meneruskan perjalanan menuju lokasi pengungsian di Imogiri, sekitar 15 kilometer dari Ganjuran. (win/osa)