Berita Utama

SBY Tinjau RS Lapangan Kostrad di Bantul

Bantul: Hari kelima kunjungannya di wilayah korban gempa tektonik Yogyakarta dan Jawa Tengah, Presiden dan Ibu Negara mengunjungi rumah sakit lapangan Yon Kes Divisi 1 Kostrad Bogor di Desa Tanggotan Kerto, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul , DIY, Rabu (31/05) pagi. Presiden dan Ibu Negara menjenguk para korban yang dirawat dan para relawan yang bekerja 24 jam. Di rumah sakit lapangan ini terdapat 6 tenda peleton,yaitu 5 tenda rumah sakit dan 1 tenda untuk pengungsi. Dari 5 tenda untuk rumah sakit itu disediakan untuk perawatan korban dan juga ruang operasi.

Pada saat meninjau ke rumah sakit lapangan, SBY sempat menjenguk seorang korban bernama Rochaji yang mengalami luka robek yang cukup parah, yang sedang menjalani operasi. SBY berpesan agar korban dapat dirawat dengan sebaik-baiknya.

Di rumah sakit lapangan terbesar ini selain pasukan TNI dan relawan domestik, juga ada relawan- relawan asing yang berasal dari Turki. Mereka menurunkan 20 relawan dan masih akan bertambah jumlahnya hari ini. Ada juga Singapore Rescue Team dari pemerintah Singapura. Tim relawan dari kedua negara ini membantu menyediakan logistik dan tenaga medis, serta dapur umum dan posko kesehatan

Letkol CKM Ben Yura Rimba Mars, Komandan Satgas Lapangan Yonkes Divisi 1 Kostrad Bogor selaku komandan satgas rumah sakit lapangan menyatakan bahwa saat ini telah diterjunkan 55 personil Kostrad dan 8 dokter. "Tetapi jumlah dokter ini fleksibel, akan ditambah bila kebutuhan meningkat. Selain itu kami juga didukung tim dari RSPAD, dari kesehatan wilayah, dan juga kerjasama dengan Universitas Sultan Agung dan beberapa NGO," kata Letkol Ben.

Letkol Ben juga menjelaskan bahwa rumah sakit lapangan ini rencananya akan berlangsung selama satu bulan. Dan saat ini kondisi obat-obatan yang tersedia mencukupi kebutuhan. Selain itu direncanakan akan dibuat rumah sakit lapangan serupa di tempat lain selain di kecamatan Plered ini. Namun tempat yang dipilih belum ditentukan.

Daftar bantuan yang masih dibutuhkan di lokasi ini adalah terpal, alas dan tikar untuk tidur. Presiden berpesan untuk merawat para pasien, termasuk mereka yang memerlukan operasi, sebaik-baiknya. Pada kunjungan ini tampak mendampingi Presiden, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo,dan Menteri Agama Maftuh Basyuni.

Setelah meninjau para relawan yang ada di rumah sakit lapangan dan menengok para korban, Presiden mampir ke posko tanggap darurat Partai Demokrat, yang lokasinya berdekatan dengan rumah sakit lapangan Kostrad, sebelum kemudian menuju ke Bandar Udara Adisucipto. Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, di bandara Presiden menerima duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia B.Lynn Pascoe beserta tim dari USAID yang akan memberikan bantuan. ( osa/win)