Berita Utama

Presiden: Pasar Tradisional Harus Tetap Hidup

Jakarta : Presiden meminta menteri, gubernur, bupati, hingga camat dan lurah, juga APPSI, untuk memikirkan agar pasar tradisional harus tetap hidup, bahkan makin baik. Dengan begitu, perputaran perdagangan di pasar akan membawa keuntungan bersama. Presiden menegaskan hal itu saat menghadiri peringatan HUT Ke-2 Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (1/6).

Presiden dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono hadir pada acara tersebut didampingi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang juga memberikan sambutannya, serta Gubernur DKI Sutiyoso.

Ketua APPSI Ibih T.G.Hasan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini di Indonesia terdapat 13.450 pasar tradisional dengan 12,6 juta pedagang. Nilai aset keseluruhan sebesar Rp 65 triliun. Ibih mengungkapkan harapan para pedagang pasar anggota APPSI untuk adanya perubahan sistem manajemam dan pengelolaan pasar yang lebih baik, profesional, adil, beradab dan bisa meningkatkan kesejahteraan para pedagang pasar dan keluarganya.

Kendala yang dirasakan para pedagang pasar saat ini adalah adanya persaingan tidak sehat antara pasar tradisional dengan hypermarket dan pasar modern lainnya. “Kami harapkan investasi asing tidak mematikan pasar tradisional, serta modernisasi pasar yang bersahabat dengan para pedagang pasar sehingga harga kios dapat terjangkau,“ kata Ibih.

Menanggapi hal tersebut, Presiden dalam sambutannya menyatakan agar para pedagang pasar tidak khawatir, karena pasar tradisional tetap berperan penting. “Tidak semua orang bisa berbelanja ke hypermarket, tidak semua orang senang berbelanja ke hypermarket. Saya yakin nanti setelah kita kelola bersama, pasar-pasar tetap akan menjadi tempat tujuan belanja,“ kata Presiden yang langsung disambut meriah oleh para pedagang yang memenuhi Istora.

Presiden menekankan pentingnya pasar, karena melalui pasarlah para nelayan dapat memasarkan ikan hasil tangkapan mereka, dan petani memasarkan hasil produksi pertanian mereka. “Jangan sampai pasar-pasar pada tutup karena mereka tidak ada tempat untuk berjualan,“ tegas Presiden.

“Oleh karena itu, kita semua APPSI, pemerintah daerah, gubernur, bupati, camat, desa, termasuk saya dan para menteri harus memikirkan supaya pasar-pasar tradisional tetap hidup makin baik. Dengan demikian terjadi perputaran perdagangan di pasar itu yang membawa keuntungan bagi semua,“ Presiden menambahkan.

Presiden mengatakan, orang akan senang berbelanja ke pasar apabila pasar makin bersih, enak parkirnya, penataan barangnya rapi, nyaman, bebas copet, dan aman dari kebakaran. Untuk itu Presiden mengimbau semua pihak, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, APPSI, investor, untuk membangun pasar dengan konsep seperti itu, sehingga pasar memiliki daya saing yang kuat tidak kalah dengan pasar modern yang besar.

Seusai menyampaikan sambutannya, Presiden menyaksikan penandatanganan MoU antara APPSI dengan pihak Mustika Ratu dan Telkomsel. Kemudian Presiden secara simbolis mengirimkan sms ke anggota APPSI melalui jaringan Telkomsel. (nnf)