Berita Utama
Selasa, 6 Juni 2006, 19:42:39 WIB
Rapat Terbatas Kabinet
PLN Pelaksana Crash Program 10 Ribu MW
Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar gas dan batubara. Melalui crash program, akan dibangun pembagkit berdaya 10 ribu MW untuk memenuhi kebutuhan listrik sampai 2009-2010. Pembangunannya akan dilakukan oleh PLN.Demikian hasil Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet yang dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Presiden, Selasa (6/6). Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, usai Ratas, menjelaskan, ia telah melaporkan soal perkembangan proyek pembangkit listrik crash program 10.000 MW tersebut. Pembangkit listrik ini akan dibangun oleh PLN untuk memenuhi peningkatan kebutuhan listrik sampai dengan tahun 2009 – 2010. Juga untuk mengganti pembangkit listrik yang menggunakan BBM.
"Untuk itu, dipersiapkan beberapa aturan-aturan dasar, yaitu aturan dasar yang memungkinkan PLN untuk melaksanakan program ini. Jadi nanti ada satu aturan dari pemerintah yang akan menunjuk PLN untuk dapat membangun pembangkit listrik tersebut dan juga pembentukan tim kordinasi yang mengawasi dan memantau pembangunan listrik itu," kata Purnomo dalam keterangan pers usai Ratas.
Pembangkit listrik ini akan menggunakan bahan bakar gas dan batu bara. Diperkirakan batubara yang dibutuhkan nantinya sekitar 80 juta ton. Mengingat kebutuhan batubara yang tinggi hingga tahun 2009-2010 itu, pemerintgah juga akan menyiapkan infrastruktur agar batubara ini nantinya bisa mendukung pembangunan pembangkit listrik ini.
"Pembangunan pembangkit listrik ini murni proyek PLN, dan akan dilaksanakan pada tingkat corporate. Nanti ini akan melengkapi pembangkit listrik pertama yang dibangun oleh swasta, dan juga melengkapi pembangkit listrik yang dibangun oleh PLN bersama mitranya dengan prinsip kemitraan,” jelas Purnomo. (win)



