Berita Utama

Dari Istana Merdeka

SBY Pindah ke Istana Negara

Jakarta : Zikir dan doa yang dilafazkan para undangan, Kamis (8/6) malam, menandai hajatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga, memasuki tempat baru di Istana Negara, karena Istana Merdeka akan direnovasi.

“ Hajat saya mengundang hadirin adalah untuk berdoa dan berzikir bersama dalam rangka kepindahan saya dari Istana Merdeka ke Istana Negara, berhubung Istana Merdeka yang telah saya tempati satu setengah tahun, kondisinya sudah tidak aman, karena sudah puluhan tahun bahkan ratusan tahun mulai ada bagian-bagian yang rusak, yang retak, bergeser,sehingga pernah terjadi sekali dua kali ada yang rontok di beberapa tempat,” kata Presiden SBY yang mengenakan baju koko serta kopiah hitam, di hadapan para undangan didampingi Seskab Sudi Silalahi, Sekpri Presiden Kurdi Mustofa.

Dikatakan ,”Setelah dicek oleh Departemen Pekerjaan Umum dan para ahli, mereka yang mengerti kontruksi bangunan, menyampaikan pada saya, Pak Presiden gedung ini tidak aman. Kalau ada sesuatu, misalnya , acara 17 Agustusan ada dentuman meriam, menghadirkan banyak orang, barangkali sungguh tidak aman. Hal itu disampaikan tahun lalu, “ kata Presiden SBY.

“Tetapi karena kesibukan pekerjaan, saya belum segera pindah. Sampai kedua kalinya dicek kembali oleh Menteri PU Djoko Kirmanto bersama stafnya, dan ahlinya, kembali meminta kepada saya untuk sementara segera pindah dulu ke Istana Negara, karena akan diperbaiki minggu-minggu ini agar kembali aman, kokoh. Dan apabila dipergunakan untuk acara kenegaraan, tamu-tamu negara, 17 Agustusan, Insya Allah tidak membahayakan lagi,” ujar Presiden SBY. Waktunya antara delapan bulan sampai satu tahun. Mudah-mudahan tidak lebih dari itu. Meskipun demikian acara 17 Agustus yang akan kita peringati tiga bulan lagi, masih bisa kita tempati untuk upacara bendera dan acara penting lainnya,” tambahnya.

"Jadi saya harus pindah ke tempat ini. Tempat ini sendiri sebetulnya bukan hanya tempat tinggal keluarga kami saja, tapi juga dipergunakan untuk acara-acara pemerintahan dan kenegaraan yang lain. Jadinya sepertinya besar, tetapi saya hanya menempati satu sisi. Saya seperti indekost di sini, tapi ndak apa-apa, meskipun kamarnya sempit, yang penting hati kita tidak sempit," kata Presiden.

"Luas sebagaimana luas dan cerahnya keimanan kita, kesabaran kita, kesyukuran kita, ketawakkalan kita, untuk terus menjalankan tugas dan kewajiban kita bersama, menjalakan ibadah kita sebagai umat hamba Allah, membangun negeri kita tercinta ini, menuju masa depan yang lebih baik. Insya Allah. “

Namun demikian, lanjut Presiden, meskipun hajat kepindahan rumah, saya mohon doa untuk keselamatan dan agar rumah ini membawa berkah. Bukan hanya untuk saya, tapi bagi semua. Saya titip sekaligus dan mohon para kyai, ulama yang sangat saya hormati, untuk kita bisa mendoakan memohonkan kepada Allah S.W.T untuk lima hal. Yang pertama marilah kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah S.W.T, agar bangsa dan negara ini diselamatkan menuju masa depannya, sesuai kerangka kehidupan negara yang kita cita-citakan bersama,” kata Presiden SBY.

“Meskipun ada gonjangan-gonjangan, dari dalam maupun dari luar negeri, apakah gonjangan itu berupa bencana alam, ataupun gonjangan lainnya dari luar negeri, apakah krisis minyak, ataupun keamanan dunia yang makin rawan dan lain-lain, semoga kiranya bangsa dan negara kita diberi keselamatan Yang Maha Kuasa untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi, bersatu, rukun, damai, dan berserah diri kepada Allah S.W.T, “ kata Presiden.

"Kedua, mari kita berdoa bersama, agar pemerintahan ini yang oleh rakyat dimandatkan dan diamanahkan kepada saya, sampai batas waktu penugasan saya selesai. Pemerintahan ini terdiri dari pemerintah yang ada di pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota di seluruh Indonesia. Mari kita mohonkan agar para pejabat pemerintahan di seluruh negeri ini dilindungi keselamatannya , diberikan semangat bekerja dengan tulus, dengan ikhlas, tanpa pamrih, semata-mata karena Allah semata, dan juga untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya."

"Ketiga, saya mengajak mohonkan para kyai membimbing kita semua dalam doa nanti, semoga saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana alam, misalnya di Yogya, Jawa tengah, dan di tempat-tempat lain, kepada mereka diberikan ketegaran, kesabaran, tawakkal, sambil pemerintah membantu sekuat tenaga, mereka – mereka untuk bisa keluar dari musibah ini. Dan mendoakan agar para syuhada yang meninggal karena musibah bencana alam ini, diterima disisi Allah S.W.T. diampuni dosa-dosanya ” ujar Presiden SBY.

Lalu keempat, semoga juga kita semua diberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan oleh Allah S.W.T. Dijauhkan dari malapetaka dan bencana, kemudian kita dituntun untuk membuat kebajikan, menaburkan sesuatu yang teduh bagi rakyat kita, menjauhi kekerasan –kekerasan, bersatu, menghormati perbedaan, bersatu secara teduh, sambil kita membawa kehidupan yang Islami, yang penuh dengan ukhuwah yang berfihak pada kaum dhuafa, sebagaimana kita inginkan bersama, hidup rukun sesama saudara,”

"Dan terakhir, semoga saya sekeluarga pada malam hari ini, akan menempati rumah ini dengan dilindungi oleh Allah, diberikan kesehatan lahir dan bhatin, dapatkan berkah, dan bisa mengembang tugas baik selaku keluarga maupun sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan."

"Termasuk doa kelima ini, saya mohonkan Ibunda saya yang sakit, biasanya tinggal di Blitar, Jatim, kemarin datang ke Jakarta karena mengidap sakit yang tidak ringan dan tadi baru saja diberikan terapi, dan sekarang sedang diopname di RS Gatot Subroto. Mudah-mudahan diberikan pertolongan oleh Allah S.W.T untuk kesembuhan beliau, “ kata Presiden SBY. (win)