Berita Utama
Kamis, 15 Juni 2006, 23:19:05 WIB
SBY: Jakarta Makin Penuh Sesak
Jakarta: Tanggal 18 Juni 2006, kota Jakarta merayakan hari jadi yang ke 479. Mengenai kota Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Jakarta dari sebuah bandar pelabuhan berkembang menjadi sebuah kota metropolitan. Jakarta kini menjadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi, sosial dan budaya, serta pusat pendidikan dan dakwah keagamaan . Jakarta menjadi tumpuan harapan bagi siapa saja yang mengharapkan kehidupan lebih baik.Penilaian SBY terhadap Jakarta itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka Jakarta Fair 2006, di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran, Kamis (15/6) malam. Menurut Presiden, Jakarta sebagai Ibukota negara, sering dijadikan tolok ukur kemajuan baik oleh bangsa Indonesia maupun bangsa-bangsa lain. "Akibatnya banyak orang yang mengadu nasib ke Jakarta. Jakarta semakin penuh sesak. Penduduk Jakarta kini lebih dari 12 juta jiwa. Dengan penduduk sebanyak itu tentu saja muncul berbagai masalah yang dihadapi warga kota," kata Presiden.
"Kemacetan lalulintas terjadi dimana-mana. Udara sebagian tercemar oleh kendaraan bermotor. Sumber air bersih mulai berkurang. Llahan hijau sering harus tergusur oleh perumahan dan gedung bertingkat. Kesemuanya itu menunjukkan wajah Jakarta masa kini dengan segala problematikanya,” kata Presiden SBY.
"Namun kita harus berupaya menjaga kota ini dengan sebaik-baiknya. Sebab Jakarta adalah kota tujuan dari tamu-tamu kita, baik saudara-saudara kita dari luar Jakarta maupun tamu-tamu dari manca negara. Kita harus memperlihatkan wajah Indonesia melalui kota ini,” tambahnya. Untuk itu Presiden berpesan kepada seluruh warga kota Jakarta agar benar-benar menjaga kerapihan, kebersihan, ketertiban dan keindahan ibukota. Presiden juga meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja dalam merawat, memelihara dan menciptakan kota Jakarta yang bersih, rapi dan indah.
"Selain itu, tak kalah pentingnya, kita perlu meningkatkan rasa aman dan damai di seluruh pelosok ibukota. Kesehatan rakyat harus ditingkatkan. Pencurian, pencopetan, pemerasan, penganiayaan dan pembunuhan harus kita berantas. Demikian pula penyalahgunaan narkotika yang masih saja dilakukan oleh sebahagian warga kota, harus terus kita perangi. Jangalah warga kota bertindak apatis, individual dan tidak peduli pada nasib orang lain. Kita harus bergotong royong memerangi tindak kejahatan, agar Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia jadi aman tentaram," kata Presiden. (win)



