Berita Utama

Presiden pada Pembukaan Kongres GMNI

Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan

Bangka Belitung: Pancasila sebagai dasar negara tidak perlu diperdebatkan lagi, karena sudah ada ketetapan MPR yang menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Yang penting adalah generasi sekarang dan generasi penerus mampu mengaktualisasikan semua nilai jati diri dari konsensus-konsensus dasar itu secara tepat. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (27/6) malam, dalam sambutannya pada pembukaan Kongres ke XV GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), di Bangka Belitung.

Dikatakan, merespon tantangan jaman, merespon perkembangan negeri ini, adsalah termasuk merespon perkembangan dunia dalam era globalisasi. "Bersatu adalah kata kunci! Ada kata-kata yang harus kita pahami, yang merupakan cita-cita nasional Indonesia, yaitu, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Indonesia memiliki kemajemukan yang luar biasa, dari segi agama, etnis, ras. Tetapi semangat 1908, semangat 1928, dan semangat kita sekarang adalah mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi satu. Kita harus bisa hidup rukun dalam kemajemukan,” kata Presiden SBY.

Lebih jauh Presiden SBY mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI kuat, bukan hanya NKRI utuh secara teritorial dari Sabang sampai Merauke, tetapi NKRI kuat kalau seluruh rakyat Indonesia dalam era globalisasi menjadi bangsa yang lebih maju, kuat dan sejahtera. Itu adalah makna kecintaan kita kepada NKRI,” kata SBY.

Selain itu, Presiden SBY juga menginginkan agar generasi muda penerus perjuangan bangsa tampil lebih luas lagi ikut meyumbangkan darma baktinya kepada negara dalam menghadapi permasalahan nasional yang tidak ringan dewasa ini. “Saya ingin organisasi kepemudaan terus melakukan partisipasi dan kontribusinya untuk pembangunan bangsa,,” kata Presiden SBY dalam sambutan tanpa teksnya.

Kongres XV GMNI di Bangka Belitung yang mengambil tema, “Bersatu Memperkuat NKRI” ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2006, diikuti 95 peserta Cabang dari seluruh Indonesia. Tampak hadir Menpora Adhiyaksa Dault, Menhub Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Kepresidena A.Mallarangeng. (osa)