Berita Utama
Rabu, 28 Juni 2006, 14:12:05 WIB
Di Bangka Belitung
SBY Resmikan Jembatan Air Layang
Bangka Belitung: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,Rabu (28/6) siang, meresmikan Jembatan Air Layang di Kecematan Riausilip, Kabupaten Bangka, Provinsi Babel (Bangka Belitung). Jembatan yang dikenal warga setempat dengan nama Jembatan Perimping yang menghubungkan Kabupaten Bangka dan Bangka Barat ini, pelaksanaan pembangunannya memakan waktu tiga tahun dengan total biaya Rp 20 milyar.Jembatan air layang ini sudah ada sejak tahun 1929 di jaman Belanda dengan panjang 204 meter, dan kontruksinya menggunakan tiang ulir dengan lebar 3 meter. Setelah perbaikan, panjang jembatan mencapai 250 meter dengan lebar 6 meter. Jembatan penghubung ini digunakan sebagai aktifitas perkebunan sawit, terutama pemasaran hasil CPO.
Ketika memberi sambutan pada peresmian Jembatan Air Layang, Presiden arus kendaraan darat di Babel semakin lancar. "Sebab kelancaran yang menghubungkan kedua daerah sangat penting dari segi ekonomi. Kita tidak boleh berlama-lama membiarkan pembangunan infrastruktur kita tertinggal. Jika jalan kita rusak parah dan jembatan runtuh, maka seluruh aktifitas ekonomi suatu daerah akan mengalami kendala besar,” kata Presiden.
Ditambahkan, “Jika sebahagian besar jalan dan jembatan di tanah air rusak, maka roda perekonomian nasional akan terganggu. Pemerintahan yang saya pimpin sekarang ini memprioritaskan pada pembangunan infrastruktur, bukan saja memperbaiki dan memelihara yang sudah ada, tetapi juga berupaya membangun sarana yang baru,” tambahnya.
Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur tidak terbatas pada pembangunan jalan dan jembatan saja, tetapi juga dibuthkan pembangunan sarana laut dan udara, untuk melayani permintaan terhadap jasa penerbangan yang terus menerus meningkat. "Kita juga memerlukan pembangkit listrik baru yang menggunakan tenaga alternatif, sehingga semua masyarakat bisa menikmati listrik." Untuk itu Presiden SBY mendukung kebijakan Gubernur Babel untuk meningkatkan kapasitas listrik , agar makin banyak masyarakat yang bisa menikmjati listrik.
Acara diawali prosesi tarian Bahtera Bertiang Tujuh, yang melambangkan Provinsi Kepulauan Babel dengan tujuh kabupaten dan kota yang bersatu. Diakhir Prosesi, Gubernur Babel Hudarni Rani menyerahkan replika perahu layar yang terbuah dari timah kepada Presiden SBY dan Ibu Negara. Acara peresmian ini diadakan di halaman depan kantor Gubernur Babel.
Usai menekan tombol sebagai tanda diresmikannya Jembantan Air Layang, Presiden dan Ibu Negara menanam pohon nyatau di halaman kantor Gubernur Babel, sebagai tanda dimulainya rehabilitasi lahan kritis di Provinsi Babel. (osa)



