Berita Utama
Jumat, 30 Juni 2006, 13:55:29 WIB
Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional
SBY: Perang Terhadap Narkoba tidak Boleh Berhenti
Jakarta: Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti dan harus kita lakukan setiap saat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan hal tersebut dalam sambutan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2006 di Istana Negara, Jumat (30/6). "Memang tugas berat ini tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh pemerintah atau aparat kepolisian semata, tetapi tugas kita bersama," kata Presiden.Permasalahan narkoba, Presiden SBY menegaskan, kini telah menjadi permasalahan seluruh bangsa, permasalahan global. Dampaknya telah merambah ke hampir seluruh negara dengan tingkat ancaman yang berbeda-beda. "Hampir setiap hari kita mendengar adanya korban penyalahgunaan narkoba, baik terjadi di negara lain maupun di negara kita. Itu yang kelihatan, saya kira banyak yang tidak kelihatan, laksana puncak gunung es," lanjut Presiden.
"Maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkoba telah membangkitkan komitmen bangsa-bangsa di dunia untuk menanggulanginya. Sejak 26 juni 1987, semua bangsa-bangsa sepakat untuk memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini dapat dilihat dari berbagai konvensi PBB mengenai pencegahan dan pemberantasan narkoba yang telah diratifikasi oleh hampir seluruh negara," Presiden SBY menambahkan.
"Dalam tataran regional, ASEAN telah pula mengambil langkah-langkah guna memberantas dan mengurangi tingkat kejahatan transnasional, termasuk kejahatan narkoba. Para kepala pemerintahan dan kepala negara ASEAN menyerukan perlunya memperkuat kerjasama guna melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang bebas dari narkoba atau drugs free South East Asia," ujar Presiden SBY.
Bangsa kita sebagai bagian dari komunitas bangsa-bangsa dunia, lanjut Presiden SBY, terus berupaya dengan sungguh-sungguh dalam menangani permasalahan ini. Selain kita telah meratifikasi berbagai konvensi PBB, kita pun telah membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN ). Badan ini diharapkan dapat menjadi badan terdepan dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
"Dalam upaya ini, BNN mengedepankan strategi pencegahan, penegakkan hukum, serta terapi dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Melalui koordinasi yang baik BNN, kepolisian, kejaksaan, keimigrasian, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan seluruh komponen masyarakat, kita telah mampu memutus sebagian jaringan, membongkar perdagangan gelap dan menutup pabrik narkoba di berbagai tempat di tanah air. Usaha ini akan terus kita lanjutkan tanpa henti. Kita tidak ingin negara kita dijadikan tempat lalu lintas peredaran dan perdagangan narkoba, apalagi menjadi produsen dari barang haram itu," tegas Presiden.
Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto, selaku Ketua BNN, sebelumnya memberikan laporan. Hadir pada acara ini, antara lain, Menkominfo Sofjan Djalil, Ketua MA Bagir Manan, dan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. (nnf)



