Berita Utama
Minggu, 2 Juli 2006, 22:00:24 WIB
Presiden:
Inti Ratas di Losari adalah Untuk Kesejahteraan Rakyat
Presiden SBY didampingi para menteri memberi keterangan pers, di Magelang, Minggu (2/7) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
"Di Losari ini, kita khusus membahas upaya pengembangan bio energi, untuk menciptakan lapangan kerja, dan akhirnya mengurangi kemiskinan, meningkatkan suplai energi dalam negeri, mengurangi devisa, dan menggerakkan ekonomi lokal. Wilayah yang akan kita bangun adalah daerah pedesaan, daerah yang sektor pertaniannya luas. Dengan demikian tentu banyak hal dapat kita lakukan pada sentra-sentra wilayah itu,” kata Presiden SBY.
Pada rapat di Losari, lanjutnya, "Kita telah putuskan empat komoditas yang akan kita bangun, kita tumbuhkan dalam sebuah perkebunan yang akhirnya kita olah dan kita produksi menjadi bahan bakar nabati. Pertama adalah tebu untuk ethanol, kedua singkong untuk ethanol, ketiga kelapa sawit untuk biodiesel, dan terakhir jarak untuk biodiesel. Itu yang telah kita susun. Untuk itu kita berharap bisa menggunakan lahan yang tersedia, harapan kita bisa mencapai 3 – 5 juta hektar di seluruh tanah air,” tambahnya.
"Untuk mencapai keberhasilan penggunaan bahan bakar nabati ini, ada lima faktor penentu yang kita juga bahas secara mendalam. Pertama, ketersediaan lahan di seluruh tanah air. Untuk itu mengapa kita juga mengundang beberapa Gubernur, Menteri Kehutanan serta Kepala Badan Pertanahan, agar dapat dipastikan bahwa data yang ada tentang lahan kritis, lahan tidur dan lahan tandus datanya benar. Kedua, karena kita mengolah, maka kita membutuhkan mesin-mesin, pabrik-pabrik, dan saya bersyukur karena dari PT Pindad dan PT PAL tadi menyampaikan bahwa secara nasional kita memiliki kemampuan untuk itu."
Ketiga, lanjut Presiden, infrastruktur sebahagian sudah ada, sebahagian barangkali kita bangun. "Keempat adalah pasar, jaminan bahwa produksi itu akan diserap. Dan kelima, pendanaan. Segi pendanaan ini tidak mungkin semua kita tanggung melalui APBN kita. Dan memang tidak harus begitu. Kita melakukan usaha, bisa melibatkan swasta, baik dalam maupun luar negeri, dengan kerangka kerjasama yang baik," kata Presiden mengakhiri keterangannya.
Saat memberi keterangan pers, Presiden didampingi beberapa menteri antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Moh.Ma’ruf, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Kehutanan M.S. Kaban, Menristek Kusmayanto Kadiman, Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Meneg Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (win)



