Berita Utama
Kamis, 6 Juli 2006, 15:22:09 WIB
Presiden Terima Parlemen Jepang
Presiden SBY saat menerima delegasi Parlemen Jepang yang dimpimpin Taku Yamasaki, Kamis (6/7) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Kepada delegasi Parlemen Jepang, Presiden SBY menjelaskan posisi pemerintah Indonesia, sekaligus juga keprihatinan terhadap situasi tegang akibat peluncuran rudal oleh Korea Utara. Presiden menyampaikan informasi keberangkatan utusan khusus Nana Sutresna ke Korea Utara kemarin malam dan perlunya dilakukan dialog serta komunikasi. “Untuk mencegah peningkatan ketegangan yang sedang berlangsung, Presiden berpendapat, perlu sikap menahan diri dari pihak-pihak yang terlibat. Oleh karena itu dialog enam pihak yanhg sekarang mengalami kemacetan, penting untuk dilakukan kembali,” kata Dino Patti Djalal, Juru Bicara Presiden, usai mendampingi Presiden.
Taku Yamasaki, yang membawa pesan dari PM Jepang Junichiro Koizumi untuk disampaikan kepada Presiden SBY mengungkapkan kegembiraannya dapat melakukan dialog dengan Presiden selama satu jam. “PM Koizumi mengirimkan ucapan bela sungkawa terhadap Indonesia yang banyak dilanda beberapa bencana alam terakhir ini,” ujar Yamasaki kepada wartawan. Pesan kedua yang disampaikan PM Koizumi adalah menyangkut persoalan peluncuran peluru kendali yang dilakukan Korea Utara.
Presiden SBY yang direncanakan akan mengadakan lawatan ke Korea Utara dalam waktu dekat, diharapkan dapat menyampaikan pesan dari PM Koizumi kepada Kim Jong Il secara langsung. Pesan itu antara lain agar Korea Utara segera menghentikan proyek peluncuran rudal, karena hal itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa kecuali membuat Korea Utara terisolasi dalam dunia internasional. (osa)



