Berita Utama

Presiden pada Pembukaan Pesparawi Nasional Ke-8

Dimensi Kerukunan Faktor Penting Masyarakat Majemuk

Presiden SBY, Minggu (9/7), membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke-8 di Stadion Teladan Medan. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY, Minggu (9/7), membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke-8 di Stadion Teladan Medan. (foto: anung/presidensby.info)
Medan: Dalam upaya membangun persatuan dan ikatan yang kuat diantara masyarakat beragama yang majemuk, dimensi kerukunan menjadi faktor penting. Karena itu pembangunan di bidang agama yang mencakup dimensi kerukunan hidup antarumat beragama akan mendukung peningkatan saling percaya dan harmoni diantara umat beragama. Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam bagian lain sambutannya pada Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional Ke-8 di Stadion Teladan Medan, Minggu (9/7).

"Karena itu agama menjadi faktor penting dalam membangun watak kepribadian, dan kesalehan bagi umat manusia, pembangunan bidang agama merupakan upaya untuk memenuhi hak dasar rakyat yaitu hak untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu sebagaimana diatur dalam UUD 1945," kata Presiden.

Presiden juga menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan di bidang agama. "Pembangunan di bidang agama diarahkan pada peningkatan keimanan, ketakwaan, dan kesejahteraan umat beragama. Upaya itu dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman keagamaan, serta memberikan kemudahan bagi umat beragama dalam menjalankan ibadahnya," lanjut SBY.

"Kita sungguh ingin memelihara keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan antarumat beragama di tanah air kita, masing -masing pemeluk agama harus dapat saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Dengan cara itu, akan tercipta ketenteraman dan kedamaian lahir dan batin. Dengan cara itu pula konflik, permusuhan, dan kekerasan yang hanya menghancurkan nilai-nilai agama itu sendiri akan dapat kita cegah secara bersama. Kita harus belajar dari masa lampau, konflik antarumat beragama membawa petaka kemanusiaan tidak terperikan," kata Presiden SBY.

Presiden menyambut gembira akhir-akhir ini seringkali digelar pertemuan antartokoh umat beragama. "Pertemuan antartokoh umat beragama itu saya anggap penting dan memiliki nilai yang sangat positif untuk membangun kebersamaan di kalangan umat yang berbeda agama. Melalui pertemuan tokoh lintas agama dapat dibangun tata kehidupan baru, dalam lingkup kehidupan bersama dan bahkan pergaulan tingkat internasional," SBY menambahkan.

"Masalah-masalah yang seringkali timbul akibat dari pandangan keagamaan yang berbeda dapat didialogkan. Karena itu saya mendorong berbagai forum silaturahim, dialog, diskusi, dan musyawarah lintas umat beragama agar tecapai kerukunan, saling pengertian, dan saling memahami diantara kita semua," kata Presiden menutup sambutannya. (nnf)