Berita Utama
Senin, 10 Juli 2006, 18:11:04 WIB
Situasi Korut Masih Belum Pasti
Jakarta: Situasi Semenanjung Korea masih sangat sulit dan belum mantap berkaitan dengan uji coba peluru kendali oleh Korea Utara (Korut). Menlu Hassan Wirajuda mengatakan hal tersebut usai rapat terbatas dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gazebo Istana, di samping Kantor Presiden, Senin (10/7) sore.Presiden SBY mengadakan rapat terbatas untuk mendengar laporan Utusan Khusus Duta Besar Nana Sutresna dan Menlu Hassan Wirajuda. Presiden didampingi Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.
Dalam rapat itu, Presiden SBY memberikan kesempatan kepada Nana Sutresna yang baru kembali dari Republik Demokrasi Rakyat Korea, Minggu (9/7) kemarin, untuk menjelaskan hasil kunjungannya sekaligus menganalisa perkembangan di Korea Utara sejak dilakukannya uji coba peluru kendali. Uji coba ini telah meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Presiden menugaskan Nana Sutresna melakukan pembicaraan langsung dengan para pemimpin Korut, baik berkaitan dengan persiapan kunjungan Presiden ke Korut dan Korsel dalam waktu dekat maupun penjajakan terhadap Korut mengenai kemungkinan-kemungkinan untuk membangun kembali dialog masalah nuklir ini, khusunya pertemuan enam pihak yang tertunda sejak September tahun lalu.
“Nana Sutresna diterima Menlu Korut, Ketua Presidium Kim Yong Nam, dan secara khusus juga mengadakan pembicaraan dengan wakil Menlu Korut," kata Hassan Wirajuda usai bertemu Presiden. "Situasi berkaitan dengan peluncuran uji coba peluru kendali masih sangat sulit dan belum mantap. Masih banyak pertanyaan daripada jawaban. Kita juga menerima laporan bahwa hari ini pemerintah RRC juga mengirim utusan khusus ke Korut dan hari ini waktu New York, Dewan Keamanan PBB juga masih akan membicarakan masalah berkaitan dengan ketegangan di Korea," Menlu Hassan menambahkan.
Menurut Nana Sutresna, pertemuan tersebut selain dimaksudkan untuk lebih memfasilitasi kunjungan Presiden ke Semenanjung Korea, juga untuk menyampaikan secara langsung keprihatinan Presiden SBY yang sebelumnya sudah disampaikan melalui pernyatan Menlu Hassan Wirajuda mengenai apa yang terjadi berkenaan ketegangan akibat peluncuran uji coba nulkir Korut.
"Kita meminta dengan sangat kepada semua pihak yang terlibat agar tidak lebih memperburuk situasi dan bisa menahan diri sehingga apa yang sudah terjadi dapat dicari penyelesaiannya melalui jalur-jalur diplomatik seperti yang dikehendaki oleh banyak negara," ujar Nana. "Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua hari ketidakjelasan yang sekarang masih kita lihat akan lebih terang sehingga kita cepat dapat menganalisa situasi di sana," tambahnya. (osa)



