Berita Utama

SBY: Pemerintah Tak Akan Lupakan Nias

Medan: Pemerintah tidak akan melupakan masyarakat Nias di Sumatera Utara yang terkena bencana tsunami dan gempa bulan Desember 2004, meskipun bencana terjadi silih berganti di Indonesia, termasuk gempa di Yogya dan Jawa Tengah akhir bulan Mei lalu. Proses rekonstruksi dan rehabilitasi akan terus dilanjutkan, dan pemerintah tidak akan pernah melupakan, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis (13/7) siang di medan, saat meresmikan penyerahan 500 unit rumah untuk korban tsunami Aceh dan Nias.

" Kepada saudara – saudara kita di Nias, khususnya bagi para korban bencana, saya mengajak kita semua untuk melanjutkan perjuangan menciptakan keadaan hidup yang lebih baik. Saya yakin dan percaya bahwa seluruh komponen bangsa tidak akan pernah melupakan saudara – saudara, meskipun bangsa kita mengalami bencana yang datang silih berganti, termasuk gempa bumi yang melanda Yogya dan Jawa Tengah,. Upaya melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias sama sekali tidak kami lupakan. Kami akan terus bekerja dan berusaha membangun Nias. Oleh sebab itu saya juga mengajak saudara - saudara semua untuk terus bekerja dan berusaha. Marilah kita selalu berdoa dan berusaha untuk membangun kehidupan masyarakat Nias dan Sumatera Utara agar menjadi lebih baik lagi di masa depan, " kata Presiden dalam sambutan di Kantor Gubernur Sumatera Utara..
Sedangkan untuk masalah Aceh, Presiden menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya secara fisik, tapi penyelesaian masalah - masalah besar lainnya yang terjadi di Aceh. " Khusus untuk Aceh, perhatian saya bukan hanya terfokus kepada rehabilitasi dan rekonstruksi secara fisik saja, tetapi juga penyelesaian masalah - masalah besar dan mendasar di Aceh dalam kaitan dengan terciptanya kedamaian dan keamanan, makin tumbuhnyan keadilan dan kesejahteraan serta tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, "kata Presiden..

"Kita patut bersyukur ke hadirat Allah SWT, bahwa situasi keamanan perdamaian di Aceh kini telah mencapai tahap sebagai mana yang kita harapkan bersama. Pemerintah bersama dengan Dewan Permusyawaratan Rakyat belum lama ini telah merampungkan tugasnya dalam menyusun Undang – Undang tentang pemerintah Aceh. Saya berharap Undang - undang ini dapat diterima oleh kita semua, seluruh komponen masyarakat dan bangsa kita, terutama saudara – saudara kita di Aceh. Untuk selanjutnya mari kita lanjutkan perjuangan kita membangun kembali provinsi Aceh menuju masa depan yang lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, " kata Presiden lagi.
Di bagian lain sambutannya, Presiden menyatakan dukungan terhadap program pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan tenaga kelistrikan, pembangunan agropolitan and agromarineplitan di Sumatera Utara. "Saya menyambut baik, dan memberikan dukungan penuh. Dan kiranya semua rencana dan program itu dapat dilaksanakan sebaik - baiknya, tepat waktu dan akuntabel. Pembangunan kelistrikan amat penting, disamping untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat, sekaligus juga memacu percepatan dan pertumbuhan ekonomi di daerah ini," kata Presiden.

Presiden menilai program – program yang dipaparkan Gubernur Sumatera itu merupakan program yang sangat tepat untuk memajukan Sumatera Utara, karena itu Presiden menghimbau semua pihak untuk mensukseskannya. " Mari kita sukseskan. Pemerintah pusat dengan porsinya, pemerintah propinsi dengan porsinya, pemerintah kabupaten dan kotamadya dengan porsinya, dan yang tidak kalah penting adalah dukungan masyarakat luas serta dunia usaha di Sumatera Utara ini. Saya minta perguruan tinggi juga ikut di dalamnya, karena banyak sekali inovasi yang dapat dikembangkan. Dengan demikian pembangunan wilayah ini juga disertai dengan penelitian dan pengembangan yang tepat sehingga hasilnya lebih baik lagi, " kata Presiden. (nnf )