Berita Utama
Senin, 17 Juli 2006, 18:15:32 WIB
Presiden:
Mutu Pendidikan Tidak Boleh Dikompromikan
Presiden SBY, Ibu Ani dan Wapres Jusuf Kalla dan beberapa menteri foto bersama tim Olimpiade Fisika, Senin (17/7) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Dalam olimpiade yang diselenggarakan di Singapura pertengahan bulan Juli lalu itu, Indonesia meraih empat medali emas, satu medali perak, the best experiment result dan absolute winner.Para peraih medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional itu adalah Andy O Latief (Madura), Irwan Ade Putra (Riau), Pangus Ho (Jakarta) dan Jonathan Pradana Mailoa (Jakarta) yang sekaligus meraih absolute winner, gelar yang diimpi-impikan oleh semua peserta. Sedangkan medali perak diraih pelajar kelas 3 SMP Firmansyah Kasim dan Surya Bonai dari Jayapura, yang meraih the best experiment result.
Presiden SBY sangat bangga atas prestasi yang diraih para siswa ini, yang mengingatkan bahwa hal ini dapat terwujud tidak lain karena ridho Tuhan Yang Maha Esa. "Yang kedua adalah karena jerih payah, usaha, semangat, kegigihan, tekad, cita-cita dan pengorbanan para siswa sehingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud. Yang ketiga adalah jerih payah para pengasuh, pembina, pelatih dan orantua. Saya mengucapkan selamat, terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada para siswa, pelatih, pembina serta orang tua atas keberhasilan yang diraih kontingen yang sesungguhnya adalah keberhasilan bangsa dan negara," ujar Presiden SBY.
"Salah satu output dari pendidikan nasional kita haruslah mencetak putra putri terbaik bangsa, tentunya disamping mempunyai mentalitas, akhlak dan budi pekerti yang juga baik. Output itu bisa dicapai oleh pendidikan nasional kita jika prosesnya benar, " tambahnya.
Lebih lanjut Presiden SBY menjelaskan, kita tidak boleh mengompromikan mutu pendidikan, dan tidak boleh menurunkan standar pendidikan. "Makin ke depan, mutunya, standarnya dan kualitasnya harus makin baik. Untuk mencetak hasil didik yang baik, sistem harus bekerja dengan baik. Semua elemen bangsa ini ikut bertanggungjawab," kata Presiden yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Mendiknas Bambang Sudibyo dan beberapa para menteri Kabinet Indonesia Bersatu lainnya.
Presiden berjanji akan memberikan kesempatan yang sama kepada para siswa di seluruh tanah air, di daerah-daerah termasuk daerah tertinggal. "Mutiara itu ada dimana-mana. Bila mereka diberikan pelatihan yang baik, Insya Allah akan meraih prestasi yang membanggakan," lanjutnya. Direncakan, bulan Agustus 2006 nanti Presiden SBY akan memberi penghargaan kepada para siswa berprestasi sebagai rasa syukur, rasa terimakasih dan rasa bangga atas usaha mereka. (osa)



