Berita Utama

Alatas Jadi Utusan Khusus ke Timteng

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Ali Alatas sebagai utusan khusus untuk proses perdamaian Timur Tengah. Keputusan Presiden mengenai pengangkatan ini akan segera dituntaskan oleh Sekretaris Kabinet. Menurut Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal, keputusan ini dikatakan Presiden saat menerima Menlu Hassan Wirajuda dan Ali Alatas di Kantor Presiden, Rabu (19/7) sore. Presiden SBY didampingi Seskab Sudi Silalahi dan Dino Patti Djalal.

“Presiden juga menugaskan Menlu Hassan untuk melakukan lobi-lobi dan komunikasi dengan negara-negara yang aktif terkait pada konflik di Timur Tengah. Menlu akan menghadiri sidang AMM dalam beberapa hari ini, dan akan membahas mengenai hal ini dengan negara-negara tersebut,” kata Dino usai mendampingi Presiden. AMM (ASEAN Ministrial Meeting) akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 24 s/d 28 Juli mendatang. Saat memberi keterangan pers, Dino Patti Djalal didampingi Menlu Hassan Wirajuda dan mantan Menlu RI Ali Alatas.


Selain itu, tambah Dino, hari ini Presiden SBY akan mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan yang intinya menyampaikan posisi dan pandangan Indonesia mengenai konflik di Timur Tengah. Menurut Ali Alatas, hal yang paling mendesak pada tahap ini adalah mengupayakan agar PBB dan masyarakat internasional menyetujui untuk segera dilakukan gencatan senjata, kata Ali Alatas.

Sedang menurut Menlu Hassan, perkembangan di Timur Tengah khususnya di Libanon masih sangat mencekam. "Hari ini pemboman di kota oleh Israel masih terus berlangsung. Kaca-kaca gedung perwakilan Indonesia hancur berantakan. Mempertimbangkan situasi ini, saya telah menginstruksikan kepada Duta Besar untuk melakukan evakuasi terhadap para staf KBRI. Tetapi beberapa staf akan tinggal untuk tetap menjaga kantor perwakilan kita disana,” ujar Hassan kepada wartawan. “Beberapa hari yang lalu sudah dilakukan proses pengungsian warga negara Indonesia ke Siria,” tambahnya. (osa)