Berita Utama
Sabtu, 22 Juli 2006, 13:36:17 WIB
Pada Tasyakuran dan Muktamar BKMT
Presiden: Jangan Kita Suka Menghujat
Presiden SBY di Masjid Istiqlal memperhatikan mushaf Al Qurâ??an, Sabtu (22/6). (foto: anung/presidensby.info)
Demikian dikatakan Presiden SBY, Sabtu (22/7) pagi, di Masjid Istiqlal, dalam sambutannya pada acara Tasyakuran 25 Tahun Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan Pembukaan Muktamar VI BKMT. Muktamar ini akan berlangsung selama 5 hari (22-26 Juli) dihadiri 2000 peserta BKMT dari seluruh Indonesia. Kegiatannya, antara lain, gerak jalan ukhuwah, seminar nasional, dan parade Mushaf Alquran terpanjang di dunia 1.919 meter. Mushaf ini terbuat dari kain, karya Iskandar Zakariah dari Jambi.
Menurut Presiden SBY, agama mengajarkan kita tidak boleh berburuk sangka. "Jangan pula kita menjadi bangsa yang suka menghujat dan mencaci maki dengan kata-kata yang kasar. Kita adalah bangsa yang berbudi pekerti luhur, karena itu marilah kita bertutur kata sopan dan halus, tanpa mengurangi kebebasan, keberanian, dan daya kritis kita, sehingga terasa damai bagi orang yang mendengarkannya," kata Presiden SBY
Dengan ahklak yang baik, lanjut SBY, seseorang akan memiliki hati yang bersih, niat yang tulus dan selalu memegang amanah. "Nilai-nilai seperti ini sangat penting untuk diamalkan, agar bangsa kita tidak senantiasa hidup dalam suasana saling curiga-mencurigai satu sama lain," Presiden menambahkan.
Presiden menilai tema tasyakuran dan muktamar BKMT --Mewujudkan Masyarakat Berahklakkul Karimah, Berwawasan ke Depan, dan Menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin-- kali ini sangat luhur. "Kita memang perlu terus-menerus membangun kesadaran seluruh warga bangsa kita akan pentingnya nilai-nilai ahklakul karimah. Nilai-nilai ahklakul karimah ini sangat penting untuk mewujudkan masyarakat damai dan sejahtera," tutur Presiden SBY.
Presiden juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menjaga amanah yang diberikan dan dipikulkan pada kita. "Marilah pula kita bersifat amanah, sehingga apa yang dititipkan dan dipikulkan pada kita dapat kita tunaikan dengan sebaik-baiknya," ajak Presiden SBY.
"Bangsa kita memang menghadapi banyak persoalan dan tantangan yang berat, tingkat kemiskinan dan pengangguran masih cukup tinggi, kualitas pendidikan dan kesehatan masih baru ditingkatkan, kesejahteraan rakyat masih belum merata, sementara di tengah semuanya itu, berbagai bencana terjadi di negeri kita," tambahnya.
“Pemerintah, baik pusat maupun daerah, tidak pernah tinggal diam mengatasi masalah itu, namum pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendirian. Pemerintah memerlukan dukungan semua pihak, karena masalah yang kita hadapi adalah masalah kita bersama, sebagai suatu bangsa. Saya bersyukur kehadiran organisasi kemasyarakatan, termasuk BKMT, telah memberikan sumbangan besar bagi penyelesaian berbagai persoalan yang kita hadapi," kata Presiden SBY.
Selain itu, dalam sambutannya, Presiden SBY mengajak umat muslim di dunia untuk terus membangun peradaban umat Islam yang tinggi dan mulia. Pada milenium pertama, peradaban Islam pernah jaya, agung, dan banyak memberikan solusi pada permasalahan umat manusia di dunia. Milenium kedua umat Islam kita relatif tertinggal. "Kni saatnya telah tiba, milenium ketiga, peradaban Islam harus dapat kita bangkitkan kembali di seluruh dunia," ujar Presiden SBY.
Ajakan untuk bangkit pada milenium ketiga ini, kata SBY, didasarkan atas keyakinan melihat potensi yang dimiliki umat Islam yang begitu besar. Potensi tersebut adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai budaya, nilai agama, dan lain- lain. "Mari bersama-sama, termasuk di negeri tercinta ini, kita bangkitkan peradaban Islam kembali, sehingga Islam bukan hanya rahmat bagi semesta alam, tapi banyak solusi, banyak kemajuan, menuju dunia yang aman, adil dan sejahtera. Insya Allah saya yakin, dengan kebersamaan dan ukhuwah kita, peradaban Islam seperti itu akan dapat kita bangun," kata Presiden dengan penuh keyakinan. (win)



