Berita Utama

Disaksikan SBY dan Ahmad Badawi

Ditandatangani Kerjasama Peningkatan SDM Keuangan Islam

Presiden SBY menyambut PM Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, di Istana Negara, Senin (24/7) siang. (foto: muhlis said/presidensby.info)
Presiden SBY menyambut PM Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, di Istana Negara, Senin (24/7) siang. (foto: muhlis said/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Dato Abdullah Ahmad Badawi, Senin (24/7) siang di Istana Negara menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara The International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF) Malaysia dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Nota kesepahaman ini ditandatangani Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dan Gubernur Bank Negara Malaysia Dr. Zeti Akhtar Aziz.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dimaksudkan untuk meningkatkan sumber daya manusia, khususnya di bidang keuangan Islam, di kedua negara. Diharapkan kerjasama semacam ini dapat diperluas dan melibatkan lebih banyak pihak dan berbagai wilayah di masa depan. Dengan kerjasama internasional, baik bilateral maupun multilateral, diharapkan muncul berbagai aktivitas akademis demi terciptanya sistem keuangan Islam yang sehat dan efisien.

Sebelumnya, Presiden SBY dan PM Abdullah Badawi mengadakan pembicaraan bilateral. Masalah yang dibahas diantaranya adalah ekonomi, pengembangan bioenergi dan pendidikan. "PM Malaysia sudah menjelaskan kepada saya bahwa proses untuk memfasilitasi pendidikan putra-putri tenaga kerja Indonesia sedang berlangsung, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat diwujudkan," kata Presiden usai menyaksikan penandatangan nota kesepahaman.

“Sementara itu kita juga menyepakati diberlakukannya visa untuk mahasiswa dan pelajar dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya. Hal tersebut akan segera direalisasikan. Dengan demikian memudahkan mobilitas dari para mahasiswa dan pelajar apabila ada kepentingan di negaranya masing-masing,” kata SBY kepada wartawan, didampingi Menkeu Sri Mulyani dan Seskab Sudi Silalahi.

Sedangkan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah, khususnya di Libanon, Palestina dan Israel, kedua negara saling menukar pandangan dan posisi. “Dan ternyata pandangan PM Malaysia, termasuk langkah-langkah yang dilakukan pada prinsipnya adalah sama dan segaris dengan Indonesia. Selanjutnya kami berpendapat bahwa apabila dilakukan pelibatan pasukan pemelihara perdamaian di bawah bendera PBB, Malaysia dan Indonesia bersama-sama siap untuk menyumbangkan kontingennya. Kita ingin agar perdamaian segera terwujud di Timur Tengah,” tegas Presiden. (osa)