Berita Utama

Pertemuan SBY - Ramos Horta

Indonesia Dukung Timor Leste Jadi Anggota ASEAN

Presiden SBY saat menyambut PM Timor Leste, Ramos Horta, Selasa (25/7) siang di Istana Negara. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat menyambut PM Timor Leste, Ramos Horta, Selasa (25/7) siang di Istana Negara. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (25/7) sore di Istana Negara menerima kunjungan dari Perdana Menteri Timor Leste, Jose Ramos Horta. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 45 menit. Presiden SBY didampingi oleh Menkopolhukam Widodo AS, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menko Perekonomian Boediono.

Menurut Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal kepada wartawan seusai pertemuan, kunjungan itu sangat signifikan karena merupakan kunjungan luar negeri pertama bagi Ramos Horta setelah menjadi Perdana Menteri Timor Leste. Dijelaskan, dalam pertemuan itu dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan hubungan bilateral.

“Pertama, kedua pemimpin berharap agar perjanjian perbatasan darat yang sekarang tinggal 1 persen terakhir dapat dirampungkan dan dapat ditandatangani sekitar bulan September oleh kedua pemerintah. Juga dibahas mengenai pentingnya kerjasama ekonomi. Dalam hal ini pemerintah Indonesia mendukung usaha untuk membangun jalan antara Oecussi dengan Motaain, dua wilayah di Timor Leste yang akan dihubungkan oleh suatu jalan darat atas pembiayaan World Bank, dan Indonesia juga akan membantu melobi World Bank,“ kata Dino.

Ditambahkan, kedua pihak juga sepakat, pertemuan trilateral antara Indonesia, Australia dan Timor Leste dapat segera dilakukan di Dili. “Kita sedang mencari tanggal yang tepat, tapi akan dilakukan dalam waktu yang dekat, “ lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, kata Dino, PM Horta mengucapkan terimakasih atas bantuan kemanusiaan yang dikirim pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu. "PM Horta menceritakan mengenai situasi di Timor Leste belakangan ini. Menurut beliau, situasi keamanannya meskipun belum pulih 100 persen tapi sudah sangat terkendali dan jauh lebih tenang dari sebelumnya, dan satu agenda yang penting adalah rekonsiliasi pasca konflik di Timor Leste, “ kata Dino.

“ PM Horta juga menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada misi PBB, dan kantor PBB yang di Timor Leste diperpanjang. Dalam hal ini tersebut beliau mengharapkan akan lebih banyak orang Indonesia yang dapat bekerja dalam misi PBB yang akan bertugas di Timor Leste tersebut, “ kata Dino lagi. Dalam kaitannya dengan kerjasama ekonomi, lanjut Dino, pemerintah Timor Leste juga mengundang agar perusahaan minyak Indonesia dapat lebih aktif melakukan eksplorasi di wilayah on shore Timor Leste.

Mengenai rencana keikutsertaan Timor Leste untuk menjadi anggota ASEAN, Dino mengatakan bahwa Indonesia sangat mendukung Timor Leste masuk dalam ASEAN. “Tapi sekarang Timor Leste sedang mempelajari aspek – aspek prosedural berkaitan dengan rencana masuknya Timor Leste ke dalam ASEAN, dan ini sekarang sedang dipelajari. Tapi Indonesia sudah menyatakan, kita akan mendukung, “ kata Dino Patti Djalal. ( nnf )