Berita Utama
Sabtu, 29 Juli 2006, 23:30:48 WIB
Presiden pada Pembukaan MTQ Nasional XXI Kendari
Bencana adalah Kehendak Allah
Presiden SBY pada pembukaan MTQ Nasional ke XXI di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (29/7) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Karena itu, Presiden SBY mengajak seluruh umat Islam dan rakyat Indonesia untuk tetap tabah menghadapi berbagai musibah yang menimpa bangsa Indonesia akhir-akhir ini. "Di dalam Alquran, Allah menegaskan, Dialah yang menciptakan seluruh alam semesta. Termasuk pemeliharaan dan penjagaan keseimbangannya. Gempa dan bencana alam lainnya yang menimpa kita adalah bagian dari kekuatan dan kehendak Allah dalam proses pengembangan, pemeliharaan, dan penjagaan keseimbangan ciptaan Allah," kata Presiden SBY.
Ditambahkan Presiden, tidak seorangpun dapat menghentikan fenomena alam itu karena semua terikat pada sunatallah, umat manusia hanya dapat mengurangi akibat-akibatnya, namun tidak mempunyai kemampuan untuk menghentikannya.
Mengenai kegiatan MTQ, Presiden mengatakan bahwa membaca membaca Alquran dengan bacaan yang merdu dan menawan niscaya akan menggetarkan hati setiap insan. "Semua itu dimaksudkan untuk menggugah kesadaran rohaniah umat manusia akan kebenaran dan kesalahan. Juga akan menggugah akal pikiran manusia agar merenungkan hakikat segala sesuatu yang ada di dalam alam semesta dan hakikat kehidupan umat manusia yang sesungguhnya,” kata Presiden di depan ribuan masyarakat, undangan serta kafilah yang hadir di Alun-alun kota Kendari malam itu.
Nampak hadir, Mendagri M. Ma’ruf, Menhub Hatta Rajasa, Menkes Siti Fadilah Soepari, Meneg Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Seskab Sudi Silalahi, dan beberapa perwakilan duta besar negara sahabat.
Dalam kesempatan itu, Presiden SBY juga menyampaikan dua tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Yang pertama, berkaitan dengan perdamaian, keamanan serta kerukunan hidup bangsa Indonesia. Kedua, menyangkut kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kedua agenda kebangsaan itu menurut Presiden, sama dengan agenda yang diperjuangkan umat Islam di negara kita.
“Kedepan, saya berharap dan mengajak bangsa Indonesia untuk terus membangun perilaku, menjadi contoh dalam memperkuat perdamaian, ketentraman dan kerukunan hidup bangsa kita,” ujar Presiden menutup sambutannya.
Dari tempat duduknya, Presiden SBY tampak sangat menikmati persembahan tari kolosal yang melibatkan 1.050 orang. Tarian kolosal itu dibawakan oleh pelajar SMP dan SMA se-Kendari. (osa)



